Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Konservasi Komodo di Surabaya: Perjalanan Menuju Kembali ke Alam Liar

Konservasi Komodo di Surabaya: Perjalanan Menuju Kembali ke Alam Liar

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah menjadi salah satu pusat konservasi komodo yang sukses di Indonesia. Dengan populasi yang terus meningkat, lembaga ini menunjukkan bahwa konservasi tidak hanya bisa dilakukan di habitat alami, tetapi juga di tengah kota besar. Proses ini melibatkan kombinasi antara sains, manajemen satwa, dan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan spesies langka.

Misi Konservasi yang Berhasil

Populasi komodo di KBS saat ini mencapai lebih dari 50 ekor, bahkan beberapa sumber menyebut angka mendekati 80 ekor. Angka ini sangat signifikan mengingat komodo termasuk dalam daftar satwa rentan di dunia. Keberhasilan ini bukanlah hasil instan, melainkan hasil dari upaya yang terencana dan terstruktur.

Pengelolaan komodo di KBS melibatkan pengaturan lingkungan yang sesuai dengan habitat aslinya, seperti suhu, pola makan, dan pengamatan perilaku reproduksi. Setiap aspek ini diperlukan untuk memastikan bahwa komodo dapat berkembang biak dan hidup dalam kondisi optimal.

Kerja Sama Internasional dalam Konservasi

Salah satu inisiatif penting yang dilakukan KBS adalah kerja sama dengan iZoo Shizuoka di Jepang. Dua ekor komodo dipinjamkan untuk tujuan pengembangbiakan, dengan kesepakatan yang memastikan kepemilikan tetap di tangan Indonesia. Langkah ini disebut sebagai bentuk diplomasi hijau, di mana Indonesia tidak hanya mengekspor komoditas tetapi juga pengetahuan dan peran sebagai penjaga biodiversitas dunia.

Namun, kerja sama ini juga membawa risiko, seperti stres pada satwa, adaptasi lingkungan yang kurang sempurna, dan masalah biosekuriti. Untuk mengurangi risiko tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa peminjaman ini bukan pertukaran, melainkan kerja sama dengan pengawasan bersama.

Pelepasliaran Komodo ke Alam Liar

Isu utama dalam program konservasi adalah arah akhir dari usaha ini. Apakah sekadar memperbanyak populasi di kandang, atau justru mengembalikan mereka ke alam? Rencana KBS untuk melakukan pelepasliaran komodo ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur menjadi langkah penting.

Empat hingga lima ekor komodo siap untuk proses ini, dengan tahapan habituasi agar mampu bertahan di alam liar. Pelepasliaran bukan proses sederhana, sebab komodo yang lahir di penangkaran harus ‘belajar ulang’ menjadi liar, mampu berburu, beradaptasi dengan iklim ekstrem, dan menghadapi kompetisi alami.

Tanpa persiapan matang, pelepasliaran justru berisiko tinggi, menguji apakah konservasi eks-situ benar-benar mendukung konservasi in-situ atau justru menciptakan populasi yang bergantung pada manusia. Kebijakan ini perlu ditopang oleh perlindungan habitat asli, karena tanpa ekosistem yang sehat, pelepasliaran hanya menjadi solusi semu.

Arah Konservasi di Masa Depan

Keberhasilan Surabaya mengembangbiakkan komodo adalah capaian yang patut diapresiasi, menunjukkan bahwa dengan manajemen yang tepat, kota dapat berperan dalam menjaga warisan alam bangsa. Namun, keberhasilan ini tidak boleh berhenti pada angka populasi.

Tiga langkah penting perlu diperkuat. Pertama, memperjelas orientasi konservasi, di mana breeding harus diarahkan pada keberlanjutan spesies, bukan sekadar peningkatan koleksi. Indikator keberhasilan perlu diperluas, termasuk keberhasilan pelepasliaran dan kontribusi terhadap populasi liar.

Kedua, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam kerja sama internasional seperti dengan iZoo, yang harus dibuka secara jelas kepada publik termasuk mekanisme pengawasan dan evaluasinya. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan memastikan tidak ada eksploitasi terselubung.

Ketiga, mengintegrasikan edukasi publik, memanfaatkan lonjakan pengunjung KBS yang mencapai lebih dari dua juta orang per tahun sebagai peluang besar. Setiap pengunjung harus pulang dengan pemahaman baru tentang konservasi, bukan sekadar pengalaman rekreasi, menjadikan konservasi urusan masyarakat luas.

Komodo bukan sekadar satwa, ia adalah simbol tentang bagaimana sebuah bangsa menjaga identitas alaminya di tengah tekanan zaman. Dari Surabaya, kita melihat bahwa konservasi bisa lahir dari ruang yang tak terduga, bahkan dari sebuah kota besar yang jauh dari habitat aslinya. Pertanyaannya kini, apakah kita akan berhenti pada keberhasilan membiakkan, atau melangkah lebih jauh untuk benar-benar mengembalikan ‘naga’ itu ke rumahnya?***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkembangan Terkini di Sektor Transportasi Online: Perspektif dari Pemimpin GOTO, Grab dan BHR

    Perkembangan Terkini di Sektor Transportasi Online: Perspektif dari Pemimpin GOTO, Grab dan BHR

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengembangan sektor transportasi online di Indonesia terus menjadi perhatian utama pemerintah dan pelaku bisnis. Salah satu perusahaan besar yang turut berperan dalam industri ini adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dalam beberapa waktu terakhir, isu mengenai rencana merger antara GOTO dan Grab telah menjadi topik hangat. Namun, menurut pernyataan resmi dari Direktur […]

  • Ayo Arek-Arek!!!!, Ajang King of Drag Bike Kapolrestabes Surabaya Cup 2026, Nonton Gratis di GBT Surabaya

    Ayo Arek-Arek!!!!, Ajang King of Drag Bike Kapolrestabes Surabaya Cup 2026, Nonton Gratis di GBT Surabaya

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 140
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menekan aksi balap liar yang masih marak terjadi di sejumlah ruas jalan kota dengan menyiapkan wadah resmi bagi para penggemar balap motor. Polrestabes Surabaya, adakan ajang King of Drag Bike Kapolrestabes Surabaya Cup 2026, kepolisian ingin mengalihkan aktivitas kebut-kebutan di jalan umum ke sirkuit resmi yang lebih aman dan terukur. Dalam ajang King […]

  • Cangkrukan Kamtibmas Polres Kediri Kota  Berbagi Sembako dan Gelar Bakti Kesehatan

    Cangkrukan Kamtibmas Polres Kediri Kota Berbagi Sembako dan Gelar Bakti Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 408
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Polres Kediri Kota Polda Jatim menggelar acara Cangkrukan Kamtibmas di lapangan Ngronggo Kel Ngronggo Kec Kota Kediri. Kegiatan ini melibatkan tiga pilar serta masyarakat setempat. Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, menekankan pentingnya silaturahmi sebagai upaya menjaga kamtibmas. “Tentunya hal ini kita lakukan […]

  • Langkah Strategis Pemkab Mojokerto: Perkuat Kader Hadapi Stunting di Jabung

    Langkah Strategis Pemkab Mojokerto: Perkuat Kader Hadapi Stunting di Jabung

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 252
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat upaya untuk mengurangi angka stunting di wilayahnya dengan mengoptimalkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) di eks wilayah Pembantu Bupati Jabung. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, memimpin langsung kegiatan pembinaan ini dalam sebuah acara yang digelar di Pendopo Kecamatan Pacet pada Selasa, 3 September 2024. Pembinaan ini menyasar empat kecamatan, […]

  • Pelebaran Sungai Kalianak DPRD Surabaya

    Pelebaran Sungai Kalianak Tahap II Dipertanyakan, DPRD Surabaya Minta Penandaan Bangunan Dihentikan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta Pemerintah Kota Surabaya menahan sementara penandaan bangunan warga yang terdampak rencana pelebaran Sungai Kalianak tahap II. Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama warga Morokrembangan yang mempertanyakan kejelasan dasar hukum proyek pelebaran sungai hingga mencapai 18,6 meter. “Saya minta sebaiknya pihak pemkot […]

  • Kasus Pengeroyokan Berujung maut di Konser Hardcore Terungkap, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Empat Pelaku.

    Kasus Pengeroyokan Berujung maut di Konser Hardcore Terungkap, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Empat Pelaku.

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 217
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Empat pelaku pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang saat konser euforia musik hardcore di Pasar Tunjungan, diamankan Kepolisian Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Salah satu korban seorang pemuda yang menjadi sasaran RPAF, (22) warga Surabaya, meregang nyawa setelah dikeroyok oleh sekelompok orang yang menuduhnya memalsukan tiket masuk konser. Kasus itu sempat menjadi […]

expand_less