Pertamina Patra Niaga IT Surabaya Dinobatkan sebagai Pemenang Proper Emas KLH
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan lingkungan. Salah satu unit operasionalnya, Integrated Terminal (IT) Surabaya, berhasil meraih predikat Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam ajang Anugerah Lingkungan Proper 2025. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Inovasi yang Mengubah Pola Operasional
Salah satu program utama yang menjadi andalan adalah Eco Inovasi Penerimaan FAME melalui jalur pipa. Program ini menghadirkan perubahan signifikan dalam proses penerimaan bahan bakar minyak (BBM). Sebelumnya, sistem penerimaan dilakukan dengan truk tangki, namun kini berubah menjadi penerimaan langsung dari kapal melalui jalur pipa.
Transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat upaya pengurangan dampak lingkungan. Dengan adanya inovasi ini, tingkat global warming potential turun sebesar 45,6 persen. Hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dapat sejalan dengan keberlanjutan lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat untuk Keberlanjutan
Selain inovasi operasional, Pertamina Patra Niaga juga aktif dalam program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Lentera Pagesangan, yang berasal dari Gerakan Balik Kanan. Program ini mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap limbah dan sungai, dari sumber permasalahan menjadi sumber daya bernilai.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, masyarakat terlibat dalam pengelolaan limbah cair domestik menggunakan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sungai). Salah satu alat yang digunakan adalah filter eceng gondok, yang membantu mengolah air secara alami.
Program ini memberikan dampak nyata, seperti penghematan air sebesar 345,21 meter kubik per tahun, pemanfaatan 83 kg sampah organik, serta efisiensi biaya penurunan pencemaran air hingga Rp911.418 per tahun. Selain itu, program ini telah memberdayakan 1.141 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Peran Masyarakat sebagai Pendorong Perubahan
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Ia menegaskan bahwa perubahan lingkungan bisa dimulai dari tingkat komunitas.
“Melalui kolaborasi yang kuat, masyarakat mampu mengelola sumber daya di sekitarnya menjadi lebih bernilai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan bersama,” ujar Ahad.
Salah satu tokoh masyarakat yang terlibat dalam program ini, Melik, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. “Untuk Bumi, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi,” katanya.
Komitmen Berkelanjutan dalam Pengelolaan Lingkungan
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa capaian Proper Emas ini merupakan bagian dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan inovasi sosial dan lingkungan di berbagai wilayah operasional.
“Program di IT Surabaya merupakan salah satu dari tujuh unit Pertamina Patra Niaga yang meraih Proper Emas melalui inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” jelas Roberth.
Pencapaian ini juga menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) secara konsisten. Dengan kombinasi inovasi operasional dan partisipasi masyarakat, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menciptakan ekosistem yang lebih bersih, sehat, dan produktif.***

>
>
Saat ini belum ada komentar