Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Sejarah Jumat Agung: Dari Penyaliban di Golgota Hingga Tradisi di Indonesia

Sejarah Jumat Agung: Dari Penyaliban di Golgota Hingga Tradisi di Indonesia

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejarah dan Makna Jumat Agung dalam Tradisi Kristen

Jumat Agung adalah hari yang penuh makna bagi umat Kristen di seluruh dunia. Hari ini menjadi momen penting dalam perayaan Paskah, yang mengingatkan umat akan kematian Yesus Kristus. Peristiwa ini tidak hanya memiliki arti spiritual tetapi juga memengaruhi perkembangan tradisi keagamaan di berbagai budaya.

Asal Usul Jumat Agung dari Yerusalem Abad Pertama

Sejarah Jumat Agung bermula dari peristiwa dramatis di Yerusalem sekitar tahun 30–33 Masehi. Menurut Injil, Yesus Kristus disalibkan setelah melalui proses penangkapan, pengadilan, dan penyiksaan. Ia wafat di kayu salib pada hari Jumat, menjelang perayaan Sabat Yahudi. Peristiwa ini terjadi saat Paskah (Pesach) sedang dirayakan, yang merupakan peringatan pembebasan bangsa Israel dari Mesir.

Dalam konteks teologis, kematian Yesus dipandang sebagai penggenapan simbol “anak domba Paskah” dalam Kitab Keluaran 12. Yesus sendiri merayakan Perjamuan Terakhir bersama murid-murid-Nya pada Kamis malam sebelum penyaliban. Keesokan harinya, Ia disalibkan dan wafat sekitar pukul tiga sore. Momen ini kemudian dikenang sebagai Jumat Agung—hari kematian Kristus yang diyakini membawa penebusan dosa manusia.

Perkembangan Tradisi Jumat Agung di Gereja Awal

Peringatan Jumat Agung sudah dikenal sejak masa gereja mula-mula. Catatan menunjukkan bahwa pada abad ke-2, umat Kristen awal mulai memperingati kematian Yesus secara khusus. Tradisi ini semakin berkembang pada abad ke-4, ketika Kekristenan mulai diakui secara resmi di Kekaisaran Romawi.

Salah satu sumber penting berasal dari Egeria, peziarah asal Spanyol, yang mendokumentasikan liturgi di Yerusalem. Ia mencatat adanya penghormatan terhadap salib sebagai bagian utama ibadah Jumat Agung. Dalam perkembangannya, Jumat Agung menjadi bagian dari Trihari Suci (Triduum Paschal), bersama Kamis Putih dan Sabtu Suci.

Menurut Pondaag (2023), liturgi Jumat Agung memiliki ciri khas: tidak ada perayaan Ekaristi penuh, melainkan Liturgi Sabda, pembacaan Kisah Sengsara, penghormatan salib, dan komuni dari hosti yang telah dikonsekrasi sebelumnya.

Tradisi Jumat Agung di Indonesia

Di Indonesia, tradisi Jumat Agung sangat beragam dan dipengaruhi oleh budaya lokal. Beberapa daerah memiliki ritual khusus seperti perayaan dengan doa-doa, pembacaan kitab suci, dan upacara penghormatan terhadap salib. Di beberapa wilayah, seperti Jawa dan Bali, umat Kristen juga melakukan perjalanan ke tempat-tempat suci untuk berdoa dan merenung.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap Yesus Kristus tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat iman dan kebersamaan antar umat beriman. Banyak keluarga dan komunitas memanfaatkan hari ini untuk berkumpul dan berbagi cerita tentang makna Jumat Agung dalam kehidupan mereka.

Pengaruh Budaya dan Kepercayaan Lokal

Pengaruh budaya dan kepercayaan lokal sangat kuat dalam membangun tradisi Jumat Agung di Indonesia. Misalnya, di daerah-daerah dengan keberagaman agama, umat Kristen sering kali menggabungkan ritual Jumat Agung dengan praktik-praktik lokal yang sudah ada. Hal ini menunjukkan betapa fleksibel dan adaptifnya tradisi keagamaan dalam menghadapi dinamika sosial dan budaya.

Selain itu, banyak komunitas Kristen di Indonesia juga menggunakan Jumat Agung sebagai kesempatan untuk berbagi kepedulian terhadap sesama. Berbagai kegiatan sosial dan amal dilakukan sebagai bentuk ekspresi kasih dan pengorbanan yang diteladani dari Yesus Kristus.

Penutup

Jumat Agung bukan hanya sekadar hari peringatan, tetapi juga menjadi momen penting dalam memahami nilai-nilai keimanan dan kerja sama antar umat beragama. Dari Yerusalem abad pertama hingga tradisi di Indonesia, peristiwa ini terus hidup dan berkembang, memberikan makna mendalam bagi setiap generasi.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puri Aksara Rajapatni: Menjaga Tradisi di Kota Lama Surabaya

    Puri Aksara Rajapatni: Menjaga Tradisi di Kota Lama Surabaya

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 326
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kota Lama Surabaya, sebuah kawasan yang penuh dengan jejak sejarah dan budaya, sedang menjalani revitalisasi untuk mengembalikan kejayaannya di masa lalu. Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan komunitas lokal dan berbagai pihak berupaya menjaga dan mempromosikan warisan sejarah ini agar tetap relevan dan menarik di era modern. Sejarah Singkat Kota Lama Surabaya Kota […]

  • Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

    Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan bahwa narasi yang berkembang belakangan mengenai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian bukan hanya tidak tepat, tetapi berpotensi melemahkan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang otoritas tertinggi institusi kepolisian nasional. Menurut Habiburokhman, narasi tersebut tampaknya sengaja digelorakan oleh pihak-pihak yang pernah berseberangan secara politik dengan Presiden […]

  • Informasi BMKG Gempa Bumi Kecil di Pacitan, Jawa Timur

    Informasi BMKG Gempa Bumi Kecil di Pacitan, Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2.3 terjadi di wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Minggu (25/1/2026) pukul 06:38:17 WIB. Peristiwa ini dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang merupakan lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis cuaca, iklim, serta fenomena geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Informasi Terkini dari […]

  • Harta Kekayaan Bupati Ponorogo

    Harta Kekayaan Bupati Ponorogo yang Kena OTT KPK Capai Rp6,3 Miliar, Didominasi Tanah

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 270
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ponorogo mengguncang publik. Salah satu tokoh yang diamankan adalah Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo. Penangkapan ini terjadi pada Jumat (7/11/2025), dan menjadi perhatian utama masyarakat. Pelaku yang Diamankan Dalam operasi tersebut, sebanyak 13 orang ditangkap oleh tim KPK. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya […]

  • Pemain Kunci Kembali untuk Pertandingan Auckland FC vs Melbourne City

    Pemain Kunci Kembali untuk Pertandingan Auckland FC vs Melbourne City

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 63
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Auckland FC dan Melbourne City di A-League akan menjadi momen penting bagi para penggemar sepak bola. Striker utama tim, Sam Cosgrove, telah kembali bermain setelah menyelesaikan hukuman satu pertandingan. Ia akan menjadi bagian dari skuad yang akan tampil di Go Media Stadium Mt Smart pada hari Sabtu. Pelatih Auckland FC, Steve Corica, […]

  • Hadirkan Damai bagi Papua, Satgas Damai Cartenz Dapat Apresiasi dari Tokoh Agama

    Hadirkan Damai bagi Papua, Satgas Damai Cartenz Dapat Apresiasi dari Tokoh Agama

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 201
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tokoh agama Papua, Pendeta Herman Waromi, memberikan apresiasi tinggi kepada Satgas Ops Damai Cartenz atas perannya menciptakan situasi aman dan tenteram di tanah Papua. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (14/8/2025). Menurut Pendeta Herman, kehadiran Satgas Damai Cartenz membawa harapan baru bagi masyarakat Papua untuk hidup dalam kerukunan dan persaudaraan. “Selaku tokoh agama, saya […]

expand_less