Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Pendatang Tanpa Pekerjaan di Surabaya Diimbau Kembali ke Daerah Asal

Pendatang Tanpa Pekerjaan di Surabaya Diimbau Kembali ke Daerah Asal

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MDINETWORK – Surabaya, kota yang menjadi pusat ekonomi dan daya tarik bagi banyak pendatang, kini menghadapi tantangan baru terkait arus urbanisasi. Setelah libur Lebaran, jumlah pendatang yang mencari pekerjaan meningkat tajam, namun pemerintah setempat memastikan bahwa tidak semua orang bisa masuk tanpa persiapan yang matang.

Pemkot Surabaya menegaskan bahwa setiap pendatang akan dipantau secara ketat untuk memastikan mereka memiliki sumber penghasilan yang jelas. Jika tidak memiliki pekerjaan yang stabil, maka kemungkinan besar mereka akan dipulangkan ke daerah asalnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya masalah sosial di perkotaan.

Mencegah Lonjakan Masalah Sosial

Salah satu alasan utama pemerintah memperketat aturan adalah untuk menghindari peningkatan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk gelandangan dan pengemis. Selain itu, lonjakan pendatang tanpa kesiapan juga berpotensi memicu peningkatan angka kriminalitas.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan operasi yustisi bersama perangkat daerah hingga pengurus lingkungan seperti RT dan RW. Tujuannya adalah untuk memeriksa kelengkapan administrasi, tempat tinggal, serta kepastian pekerjaan dari para pendatang.

“Kalau tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” ujarnya.

Peran Masyarakat dalam Pengawasan

Selain kebijakan pemerintah, warga juga diminta untuk aktif dalam mengawasi pendatang. Mereka yang membawa atau mempekerjakan pendatang dari luar daerah diminta segera melapor ke pengurus setempat. Hal ini penting untuk memastikan pendataan berjalan optimal serta menjaga keamanan lingkungan.

“Dengan pelaporan itu, kita bisa mengetahui siapa saja yang datang dan apa pekerjaannya. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota,” tambahnya.

Tantangan Urbanisasi Pasca-Lebaran

Setiap tahun, gelombang urbanisasi pasca-Lebaran membawa dampak serius bagi kota besar seperti Surabaya. Banyak pendatang datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan, tetapi nyatanya tidak semua dari mereka memiliki persiapan yang cukup.

Beberapa dari mereka akhirnya terjebak dalam kondisi sulit, baik secara finansial maupun sosial. Dengan kebijakan baru ini, Pemkot Surabaya berharap dapat mengurangi beban yang dialami oleh kota dan memberikan perlindungan lebih bagi pendatang yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Kesiapan untuk Menghadapi Arus Baru

Meski kebijakan ini menuai pro dan kontra, Pemkot Surabaya tetap mempertahankannya sebagai langkah strategis. Dengan adanya operasi yustisi dan partisipasi masyarakat, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan teratur.

Namun, di sisi lain, banyak pendatang yang merasa kesulitan karena harus kembali ke daerah asal tanpa pekerjaan. Untuk itu, diperlukan solusi jangka panjang yang bisa membantu mereka mendapatkan peluang kerja yang layak.

Solusi Jangka Panjang untuk Pendatang

Selain pengawasan ketat, Pemkot Surabaya juga berupaya mencari solusi jangka panjang untuk pendatang. Beberapa program pelatihan dan pemberdayaan telah dijalankan, tetapi masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif.

Kehadiran pendatang bukanlah hal negatif selama mereka memiliki tujuan yang jelas dan kemampuan untuk berkontribusi. Namun, jika tidak ada pengawasan dan perlindungan yang cukup, maka kota bisa menghadapi masalah yang lebih besar.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Sedati Gede Bantu Warga Rawat Tanaman Cabai, Dukung Ketahanan Pangan Polresta Sidoarjo

    Bhabinkamtibmas Sedati Gede Bantu Warga Rawat Tanaman Cabai, Dukung Ketahanan Pangan Polresta Sidoarjo

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 336
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan Polresta Sidoarjo Polda Jatim yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Bhabinkamtibmas Sedati Gede Polsek Sedati, Aiptu Agus Adi, turun langsung membantu warga dalam merawat tanaman cabai, Rabu (14/5/2025). Kegiatan tersebut dilakukan di lahan pertanian milik Khusaini, warga Desa Sedati Gede, Kecamatan […]

  • Polres Tulungagung Ungkap Kasus Penyuntikan LPG 3 Kg Dua Tersangka Diamankan

    Polres Tulungagung Ungkap Kasus Penyuntikan LPG 3 Kg Dua Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Tulungagung Polda Jatim berhasil mengungkap tindak pidana penyuntikan gas LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) yang diduga menjadi penyebab kelangkaan gas di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung beberapa waktu lalu. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto kepada awak media usai kegiatan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru […]

  • Rp13 Miliar untuk Rumah Tangga Eri Armuji

    Rp13 Miliar untuk Rumah Tangga Eri Armuji: Ketika Kemewahan Istana Bertemu Kemiskinan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Belanja rumah tangga Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji bisa menghidupi 3.600 keluarga miskin Surabaya selama setahun. Tapi uang itu untuk dua kepala daerah. DIAGRAMKOTA.COM — Di gang-gang sempit Kota Pahlawan, Mariyati (43) bangun setiap subuh untuk mengais rezeki. Sebagai buruh cuci, ia hanya mengantongi Rp 50.000 per hari—jika ada yang pakai […]

  • Pembaruan UMK 2026: Daftar Wilayah yang Sudah Menetapkan Upah Minimum

    Pembaruan UMK 2026: Daftar Wilayah yang Sudah Menetapkan Upah Minimum

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 223
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah telah menetapkan batas waktu akhir bagi pemerintah daerah untuk mengumumkan besaran upah minimum kota/kabupaten (UMK) tahun 2026. Tanggal 24 Desember 2025 menjadi tenggat waktu terakhir bagi pemerintah daerah untuk menetapkan kebijakan ini. Hingga saat ini, beberapa wilayah telah merilis besaran UMK 2026, termasuk Kota Bekasi yang mencatatkan angka tertinggi di Indonesia. Kota Bekasi […]

  • KPU Surabaya Siap Gelar Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota 2024

    KPU Surabaya Siap Gelar Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota 2024

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 355
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur telah menyelesaikan tahapan penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2024, yaitu Eri Cahyadi-Armuji. Selanjutnya, KPU Surabaya akan menggelar pengundian nomor urut pasangan calon pada Senin, 23 September 2024 di salah satu hotel di Surabaya. Ketua KPU Kota Surabaya Soeprayitno di Kota Surabaya, […]

  • Kata Kata Hari Jomblo Penuh Makna untuk Hari Jomblo 11 November

    Kata Kata Hari Jomblo Penuh Makna untuk Hari Jomblo 11 November

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 329
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Hari Jomblo Sedunia, atau yang dikenal juga sebagai Singles Day, dirayakan setiap tahun pada tanggal 11 November. Meskipun bukan hari resmi di negara mana pun, peringatan ini memiliki pengaruh besar terutama di Asia dan wilayah lainnya. Awalnya, festival ini dimulai di Tiongkok pada akhir tahun 1990-an, ketika mahasiswa Universitas Nanjing merayakan hari ini untuk […]

expand_less