Persebaya Surabaya Berada di Posisi Ketujuh Klasemen Liga 1
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya kini berada di posisi ketujuh klasemen Liga 1 dengan total 39 poin. Meski belum sepenuhnya aman, peluang untuk menembus empat besar tetap terbuka jika tim mampu menjaga konsistensi performa hingga akhir musim.
Pengamat sepak bola, Kukuh Ismoyo, mengatakan bahwa ada perubahan signifikan dalam taktik permainan Persebaya. Ia menyebutkan bahwa meskipun permainan tidak selalu indah, transisi serangan tim sangat tajam. Nama-nama baru seperti Dimas Wicaksono menjadi bukti bahwa Surabaya masih menjadi pusat pengembangan pemain berkualitas.
Selain itu, keberanian pelatih Bernardo Tavares memberikan kesempatan kepada generasi muda seperti Ichsas Baihaqi, Sadida, dan Dimas Wicaksono juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat kedalaman skuad Persebaya.
Kehilangan Pemain dan Rekrutan Baru
Meski memiliki potensi besar, Persebaya juga mengalami eksodus pemain pada awal tahun ini. Beberapa nama seperti Dejan Tumbas, Diego Mauricio, Dime Dimov, Rizky Dwi, Rendy Oscario, dan Kadek Raditya resmi dilepas oleh manajemen. Hal ini memaksa tim untuk segera mencari amunisi baru.
Di sisi lain, rekrutan anyar seperti Jefferson Silva langsung mencuri perhatian. Bek kiri asal Brasil tersebut tampil penuh dalam delapan laga dengan jarak tempuh mencapai 80 kilometer. Ia menjadi salah satu pemain yang paling konsisten dalam membantu lini belakang Persebaya.
Namun, lini depan Persebaya masih menjadi sorotan. Absennya Mihailo Perovic karena cedera membuat serangan tim kehilangan arah. Ini menjadi tantangan besar bagi pelatih dalam mengatur strategi penyerangan.
Peluang Menembus Empat Besar
Untuk bisa menembus empat besar, Persebaya harus menyapu bersih semua laga sisa musim ini. Target realistis adalah finis dengan 56 poin jika mampu menjaga rekor tidak kalah di laga tandang dan menyapu bersih laga kandang.
Ujian terberat akan datang saat Persebaya bertandang ke markas Persija Jakarta pada 11 April dan Arema FC pada 28 April. Kedua pertandingan ini diprediksi menjadi penentu arah perjalanan Bajol Ijo.
Selain itu, laga kandang kontra Persita, Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri harus dimenangkan untuk menjaga peluang lolos ke kompetisi Asia.
Strategi Bernardo Tavares
Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan kedisiplinan posisi. Data taktis menunjukkan bahwa tim asuhannya cenderung memiliki penguasaan bola di bawah 45 persen, namun unggul dalam jumlah tembakan tepat sasaran melalui transisi cepat.
Strategi ini serupa dengan yang ia terapkan saat membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1. Efisiensi lebih diutamakan daripada estetika permainan, sebuah pendekatan yang kini mulai diterapkan di Surabaya.
Persebaya Surabaya memiliki peluang besar untuk menembus empat besar Liga 1 jika mampu menjaga konsistensi performa hingga akhir musim. Dengan keberanian dalam menghadirkan pemain muda dan strategi yang efisien, Bajol Ijo bisa meraih hasil yang maksimal. Namun, tantangan besar masih menanti di hadapan mereka, termasuk laga-laga berat kontra Persija dan Arema.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar