Pelatih Baru Semen Padang FC Siap Bawa Tim Keluar dari Zona Degradasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Semen Padang FC, yang kini berada di posisi terbawah klasemen BRI Super League 2025/2026, akan menghadapi tantangan besar dalam laga pekan ke-25 melawan PSBS Biak. Kehadiran pelatih baru, Imran Nahumarury, menjadi harapan besar bagi tim untuk memperbaiki performa dan menghindari ancaman degradasi.
Perubahan di Posisi Pelatih
Imran Nahumarury resmi menjabat sebagai pelatih kepala Semen Padang FC setelah sebelumnya menggantikan Dejan Antonic. Meski baru bergabung dua hari sebelum pertandingan, ia telah menunjukkan komitmennya untuk segera memberikan perbaikan pada skema permainan dan mental pemain.
“Persiapan kami lakukan dua hari setelah menjalani laga terakhir (melawan PSIM Yogyakarta). Saya juga baru bergabung di sini. Ini adalah laga yang sangat penting bagi kami,” ujar Imran, seperti dikutip dari laman I.League.
Dalam wawancaranya, pelatih asal Maluku ini menekankan bahwa tugas utamanya adalah membawa Semen Padang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan 17 poin dari 24 pertandingan, tim berjuluk Kabau Sirah itu masih berada di zona merah dan hanya unggul satu poin dari PSBS Biak, lawan mereka di laga mendatang.
Kondisi Tim yang Memprihatinkan
Saat ini, Semen Padang FC berada di posisi juru kunci klasemen dengan poin yang sama dengan Persis Solo di urutan ke-17. Mereka hanya tertinggal satu angka dari PSBS Biak, yang ada di posisi ke-16. Jika kalah atau seri, tim bisa terlempar lebih jauh dari zona aman.
Namun, Imran mengaku memiliki kesan positif terhadap para pemainnya. Menurutnya, antusiasme dan semangat para pemain cukup baik meskipun situasi tim sedang kritis.
“Saya melihat banyak hal positif dari pemain. Saya juga senang pemain paham apa yang harus kita lakukan di pertandingan nanti,” katanya.
Target Kemenangan yang Penting
Pertandingan melawan PSBS Biak tidak hanya menjadi laga penentu bagi Semen Padang FC, tetapi juga bagi tuan rumah. Jika PSBS menang, mereka akan keluar dari zona degradasi dengan 21 poin. Sementara itu, Semen Padang membutuhkan kemenangan untuk mencapai 20 poin dan menyamai poin Madura United dan Persijap Jepara.
Imran berharap dukungan dari para suporter dapat memberikan motivasi tambahan bagi tim.
“Saya memohon dukungan dan doa dari seluruh suporter Semen Padang. Percayalah kepada kemampuan tim ini. Suporter tentu tahu kondisi tim yang sedang berjuang keras untuk keluar dari zona merah,” ujarnya.
Tantangan Besar di Tengah Musim
Meski memiliki pengalaman sebagai pelatih sebelumnya, termasuk di Malut United, Imran mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengubah mindset pemain dan membangun kembali kepercayaan diri.
Ia berharap dengan perombakan strategi dan pendekatan yang lebih komunikatif, Semen Padang bisa menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa laga berikutnya.
Strategi dan Persiapan
Meski waktu persiapan terbilang singkat, Imran mengatakan bahwa dirinya sudah mulai melakukan evaluasi terhadap gaya bermain dan kelemahan tim. Ia berencana untuk mengoptimalkan kualitas individu pemain serta memperkuat koordinasi antarposisi.
Selain itu, ia juga ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan para pemain, sehingga mereka merasa didukung dan siap berjuang bersama.
Dengan laga mendatang sebagai titik awal perubahan, Semen Padang FC kini berada di bawah tekanan untuk segera menunjukkan perbaikan. Dengan Imran Nahumarury di bangku pelatih, fans berharap bisa melihat kabau sirah bangkit dari keterpurukan.

>

Saat ini belum ada komentar