Kondisi Pasar Saham IHSG dan Peluang Investasi Jangka Pendek
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah ketidakstabilan pasar global, para analis pasar modal mengungkapkan bahwa sektor komoditas menawarkan peluang investasi yang menarik bagi investor. Dalam situasi ini, saham-saham energi dan pertambangan menjadi fokus utama untuk perdagangan jangka pendek.
Analisis Teknikal dan Rekomendasi Saham
Riset dari MNC Sekuritas menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase koreksi secara teknikal. Herditya Wicaksana, Head of Research Retail MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa indeks saat ini sedang dalam struktur gelombang korektif. Hal ini membuat potensi pelemahan lanjutan perlu diwaspadai.
“Indeks saat ini berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2), sehingga area 7.140 hingga 7.391 perlu dicermati sebagai area koreksi berikutnya,” ujar Herditya dalam riset harian.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham dengan strategi buy on weakness, yaitu PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Sebagian besar saham ini berasal dari sektor energi dan komoditas, termasuk AADI dan CUAN yang bergerak di bidang energi, serta MBMA yang terkait dengan industri nikel.
Strategi Perdagangan dan Target Harga
Untuk AADI, strategi buy on weakness disarankan pada kisaran harga 9.350 hingga 10.175 dengan target harga di 10.950 sampai 11.425 serta batas risiko di bawah 9.225. Sementara itu, CUAN direkomendasikan untuk pembelian pada kisaran 1.040 hingga 1.220 dengan target harga di 1.475 hingga 1.745 dan stop loss di bawah 995.
MBMA juga diberi rekomendasi akumulasi pada rentang 630 hingga 685 dengan target harga 750 sampai 790 serta batas risiko di bawah 605. Strategi ini dirancang untuk memaksimalkan keuntungan dalam kondisi pasar yang volatil.
Rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) juga memberikan rekomendasi saham komoditas dalam daftar trading hariannya. Technical Analyst BRIDS, Reza Diofanda, menyebut bahwa IHSG berpotensi kembali menguji area support penting setelah terkoreksi pada perdagangan sebelumnya.
“IHSG melemah 1,62 persen ke level 7.585 dengan net foreign sell sekitar Rp307 miliar. Indeks berpotensi kembali menguji support psikologis di 7.500,” tulis Reza dalam risetnya.
BRIDS merekomendasikan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) untuk strategi day trade. PTBA direkomendasikan buy pada kisaran harga 2.940 hingga 2.980 dengan target di 3.010 sampai 3.150 serta stop loss di bawah 2.900.
Penilaian Terhadap Saham Lain dan Penguatan Komoditas Global
Selain tiga saham tersebut, BRIDS juga memberikan rekomendasi sell pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang dinilai masih berada dalam tren bearish setelah menembus area support teknikal. Riset BRIDS mencatat penguatan sejumlah komoditas global turut menjadi perhatian pasar. Harga minyak melonjak lebih dari 12 persen, sementara emas naik sekitar 1,58 persen dan nikel menguat sekitar 1,85 persen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Kenaikan harga komoditas tersebut mendorong analis menempatkan saham sektor energi dan pertambangan sebagai salah satu fokus perdagangan jangka pendek di tengah volatilitas pasar saham domestik.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar