Kodam Jaya Didesak Amankan Kedutaan Pasca Serangan AS ke Iran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, telah memberikan instruksi kepada Kodam Jaya/Jayakarta untuk mengirimkan personel dalam melakukan patroli pengamanan di berbagai tempat obyek vital strategis serta kantor-kantor kedutaan luar negeri yang berada di Jakarta. Instruksi ini tercantum dalam Telegram Nomor TR/283/2026 yang menetapkan status siaga I bagi seluruh satuan pertahanan di Indonesia.
Salah satu poin penting dalam surat telegram tersebut adalah perintah kepada Kodam Jaya/Jayakarta untuk melaksanakan patroli di tempat-tempat obyek vital dan juga di kantor-kantor kedutaan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi perkembangan situasi dan menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.
Surat telegram ini diterbitkan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letnan Jenderal Yudi Abdimantyo, telah mengonfirmasi adanya surat telegram ini. Surat yang ditandatangani pada 1 Maret 2026 ini berisi tujuh perintah yang diberikan kepada berbagai satuan militer di Indonesia.
Menurut Yudi, perintah tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi situasi keamanan dalam negeri setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah.
Akibat dari serangan balasan tersebut, keamanan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut menjadi lebih rentan. “TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI harus mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang terjadi, baik di kawasan global, regional, maupun nasional,” ujar Yudi kepada Tempo pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Tempo mencoba menghubungi Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayor Jenderal Deddy Suryadi, serta Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Inf. Arief Wicaksana, untuk memastikan pelaksanaan pengamanan di kedutaan dan wilayah Jakarta sesuai dengan perintah Panglima. Namun, hingga saat ini keduanya belum memberikan respons.
Selain mengerahkan Pangdam Jaya, dalam surat telegram juga disebutkan bahwa Panglima meminta satuan intelijen TNI untuk melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap adanya kelompok tertentu di tempat-tempat obyek vital, strategis, serta di kantor-kantor kedutaan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.
Langkah-langkah yang Diambil oleh TNI
- Patroli Pengamanan: Kodam Jaya/Jayakarta diperintahkan untuk melaksanakan patroli di berbagai lokasi strategis dan kantor kedutaan luar negeri.
- Deteksi Dini: Satuan intelijen TNI diminta untuk melakukan deteksi dini terhadap ancaman potensial di area obyek vital dan strategis.
- Antisipasi Perkembangan Situasi: Seluruh satuan pertahanan diwajibkan untuk mengawasi dan mengantisipasi situasi yang mungkin terjadi, baik secara lokal maupun global.
- Koordinasi dengan Pihak Terkait: TNI diminta untuk bekerja sama dengan instansi lain dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah DKI Jakarta.
- Peningkatan Kewaspadaan: Seluruh satuan militer diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan persiapan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.
Dengan langkah-langkah tersebut, TNI berupaya memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah DKI Jakarta, terutama dalam menghadapi situasi yang semakin dinamis akibat konflik di kawasan Timur Tengah.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar