Tiongkok Mulai Pertimbangkan Dukung Iran dalam Perang Lawan AS
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pada akhir pekan lalu, berita mengenai pergeseran posisi Tiongkok dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel menarik perhatian dunia. Menurut laporan yang dirilis oleh CNN, Tiongkok mungkin mulai mempertimbangkan untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada Iran dalam konflik ini. Dukungan tersebut dapat berupa bantuan finansial, suku cadang pengganti, serta komponen terkait rudal.
Laporan ini merujuk pada tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut. Meskipun hingga saat ini Tiongkok masih menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan AS-Israel, para pejabat AS mulai memperhatikan tanda-tanda bahwa posisi Tiongkok mungkin berubah. Beberapa indikasi menunjukkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan kemungkinan pendekatan yang lebih proaktif terhadap Iran.
Sebagai pembeli utama minyak mentah Iran, Tiongkok memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan negara tersebut. Selain itu, Tiongkok juga telah secara terpisah menekankan pentingnya menjaga navigasi yang aman melalui Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas wilayah tersebut.
Namun, seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa Tiongkok sangat hati-hati dalam memberikan dukungan. Alasan utamanya adalah karena konflik tersebut bisa berdampak pada ketahanan energi Tiongkok. Oleh karena itu, Beijing memilih untuk tidak terlibat secara langsung, meski tetap memantau perkembangan situasi.
Selain Tiongkok, laporan juga menyebut bahwa Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan intelijen penargetan lainnya dengan Iran. Data tersebut mencakup informasi tentang posisi dan pergerakan pasukan AS. Namun, Badan Intelijen Pusat (CIA) menolak mengomentari laporan tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, enam tentara AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan drone Iran di Kuwait. Serangan-serangan ini menunjukkan bahwa Iran semakin aktif dalam membalas serangan AS dan Israel. Iran sendiri telah meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal ke fasilitas militer AS, kedutaan besar, dan sasaran sipil. Di sisi lain, serangan AS dan Israel telah menghancurkan lebih dari 2.000 lokasi di Iran.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat drastis setelah AS-Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu lalu. Serangan ini menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 160 siswi, dan sejumlah pejabat militer senior. Iran merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus berkembang dan memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, semua pihak terus memantau perkembangan situasi. Peran Tiongkok dan Rusia dalam konflik ini menjadi sorotan utama, karena kemungkinan besar mereka dapat memengaruhi jalannya konflik di kawasan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar