Kekalahan Dewa United di AFC Challenge League 2025/2026 Mengguncang Harapan Sepak Bola Indonesia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Klub sepak bola Indonesia, Dewa United, harus menerima kekalahan yang memilukan dalam pertandingan babak perempat final AFC Challenge League 2025/2026. Hasil ini mengakhiri harapan mereka untuk melaju lebih jauh di kompetisi Asia dan semakin memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi sepak bola nasional di tingkat internasional.
Kekalahan Berat di Leg Pertama Perempat Final
Pertandingan leg pertama antara Dewa United dan Manila Digger berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, pada Kamis (5/3/2026). Klub asal Indonesia yang dilatih oleh pelatih asal Belanda, Jan Olde Riekerink, kalah dengan skor 0-1. Gol tunggal kemenangan Manila Digger dicetak oleh Kenji Nishioka pada menit ke-21.
Hasil ini menjadi langkah awal yang sulit bagi Dewa United, karena mereka harus membalikkan keadaan di leg kedua yang akan digelar di kandang sendiri, di Sports Centre Kelapa Dua, Banten, pada 12 Maret 2026 pukul 20.30 WIB. Jika gagal memenangkan pertandingan tersebut, mereka otomatis tersingkir dari kompetisi dan Indonesia tidak memiliki wakil di level Asia untuk musim ini.
Evaluasi Pelatih: Kesulitan Awal dan Perbaikan Strategi
Setelah pertandingan, pelatih Jan Olde Riekerink memberikan penjelasan terkait kekalahan timnya. Ia menyatakan bahwa tim sempat kesulitan di awal laga karena ketidaksiapan dalam membaca permainan lawan. “Setiap kali mereka memainkan bola panjang, kami tidak memiliki kesadaran untuk mundur sekitar dua meter lebih dulu sebelum bola itu dilepaskan,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa setelah menyesuaikan diri, tim mulai menunjukkan performa yang lebih baik. “Kami mampu menguasai permainan, dan jika sedikit lebih beruntung, kami sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak peluang,” tambahnya.
Tekad Tinggi untuk Leg Kedua
Meski kekalahan ini menjadi pukulan berat, pelatih Riekerink tetap optimis. Ia menegaskan tekad untuk memenangkan leg kedua di kandang. “Yang terpenting, kami harus menang dengan satu gol lebih dulu,” tegasnya. “Setelah itu, saya yakin kami bisa menyelesaikannya di kandang dan melangkah ke babak berikutnya.”
Ia juga menegaskan bahwa tim akan melakukan segala upaya untuk memperbaiki performa dan menyiapkan strategi terbaik agar bisa membalikkan keadaan. “Ini adalah pertandingan yang berat, tetapi kami percaya diri bisa membalikkan keadaan. Kami akan bekerja keras dan memberikan yang terbaik di kandang nanti,” pungkasnya penuh tekad.
Tantangan Bagi Sepak Bola Indonesia
Kekalahan ini tidak hanya berdampak pada Dewa United, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pecinta sepak bola nasional. Dengan tersingkirnya Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 dan kini Dewa United, Indonesia akan kehilangan wakil di kompetisi level Asia untuk musim ini.
Hal ini menjadi tantangan besar bagi pengurus PSSI dan klub-klub nasional untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tim-tim Indonesia di kancah internasional. Kehadiran wakil Indonesia di kompetisi Asia menjadi indikator penting bagi perkembangan sepak bola nasional.
Harapan untuk Leg Kedua
Dewa United akan melanjutkan perjuangannya di leg kedua yang akan berlangsung di kandang mereka. Semua mata tertuju pada kemampuan mereka untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi Asia. Dengan persiapan matang dan semangat tinggi, pelatih Riekerink berharap timnya bisa meraih kemenangan dan memastikan langkah ke babak berikutnya.
Performa tim di leg kedua akan menjadi penentu apakah Indonesia masih memiliki wakil di kompetisi Asia atau tidak. Ini menjadi momen penting bagi sepak bola Indonesia yang sedang berusaha bangkit dan menunjukkan eksistensinya di panggung internasional.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar