Tidak Boleh Dicicil, Kebijakan THR yang Mengutamakan Kesejahteraan Karyawan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Setneg)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan pentingnya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai bagian dari hak dasar karyawan. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan seluruh pengusaha swasta agar memenuhi kewajiban tersebut paling lambat tujuh hari sebelum perayaan Lebaran 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan karyawan dapat merayakan hari raya dengan lebih tenang dan nyaman.
Airlangga menekankan bahwa THR harus dibayarkan secara penuh, tanpa adanya cicilan. “Tidak boleh dicicil,” tegasnya dalam konferensi pers yang diadakan Selasa (3/3). Pernyataan ini menjadi penekanan bahwa kesejahteraan karyawan adalah prioritas utama dalam kebijakan pemerintah.
Jumlah Penerima THR yang Signifikan
Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan, terdapat sekitar 26,5 juta pekerja di sektor swasta yang berhak menerima THR. Dengan nilai total sekitar Rp124 triliun, pembagian THR ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan. Airlangga menyampaikan bahwa hal ini akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini diharapkan bisa mendorong konsumsi nasional secara signifikan,” tambahnya. Dengan demikian, THR tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karyawan, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang efektif.
Pembagian THR untuk ASN dan Pensiunan
Selain sektor swasta, pemerintah juga telah menyiapkan rencana pembagian THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Airlangga, pembagian THR untuk ASN akan dimulai pada 26 Februari 2026. Nilai THR yang dialokasikan mencapai sekitar Rp22,2 triliun, dengan target penerima sebanyak 2,4 juta ASN dari pemerintahan daerah. Selain itu, sebesar Rp20,2 triliun akan diberikan kepada 4,3 juta ASN pemerintahan daerah, serta Rp12,7 triliun untuk pensiunan ASN.
Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Dengan adanya pembagian THR yang merata dan tepat waktu, Airlangga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan kuartal terakhir tahun 2025 lalu. “Jadi kita menargetkan antara 5,5% sampai 5,6%,” ujarnya. Target ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap kemampuan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan global.
Jadwal Lebaran dan Kesiapan Pengusaha
Perayaan Lebaran atau Idul Fitri 2026 direncanakan jatuh pada tanggal 20-21 Maret 2026. Mengacu pada imbauan Menko Perekonomian Airlangga, maka karyawan dari sektor swasta diharapkan bisa menerima THR dari perusahaan paling lambat pada Jumat, 13 Maret 2026. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi pengusaha untuk mempersiapkan pembayaran THR sesuai aturan yang berlaku.
Peran THR dalam Peningkatan Kualitas Hidup Karyawan
THR bukan hanya sekadar tunjangan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi karyawan selama setahun bekerja. Airlangga menegaskan bahwa bahkan karyawan dengan masa kerja kurang dari satu tahun tetap berhak menerima THR. “Airlangga juga meminta agar karyawan dengan masa kerja kurang dari satu tahun, tetap mendapat THR,” katanya.
Dengan kebijakan ini, diharapkan semua karyawan, baik yang sudah lama bekerja maupun baru bergabung, merasakan manfaat dari THR. Ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan dan keadilan sosial di kalangan pekerja.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar