File Mandelson mengungkap seorang pria yang pengkhianatan adalah cara hidupnya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 45 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang tokoh politik yang selalu menarik perhatian, Peter Mandelson, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah dokumen rahasia yang diterbitkan mengungkapkan sisi gelap dari perannya dalam pemerintahan. Dokumen-dokumen ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Mandelson memainkan peran penting dalam sistem politik Inggris, sekaligus menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara dia dan rekan-rekannya.
Dalam keterangannya, John Crace menekankan bahwa Mandelson adalah sosok yang terbiasa dengan pengkhianatan. Ia tidak hanya menyebarkan informasi negatif tentang koleganya, tetapi juga sering kali merusak reputasi orang-orang yang pernah ia percayai. Dalam salah satu catatan tangan yang ditemukan, Mandelson menulis kepada David Lammy, mantan menteri luar negeri, dengan janji bahwa Lammy tidak akan menyesal atas penunjukannya. Namun, hal itu justru menjadi peringatan bagi Keir Starmer untuk tidak mengangkat Mandelson sebagai duta besar di Washington.
Ketidakpuasan terhadap Penunjukan Mandelson
Tidak sedikit yang meragukan keputusan pemerintah untuk mengangkat Mandelson sebagai duta besar. Ada banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Mandelson bukanlah sosok yang bisa dipercaya. Mulai dari hubungannya dengan Jeffrey Epstein hingga dugaan penyelundupan informasi rahasia ke bank AS, semuanya menjadi alasan kuat untuk mempertanyakan kompetensi dan integritasnya.
Selain itu, ada surat elektronik yang meminta para menteri untuk memilih Mandelson sebagai Rektor Oxford. Ini menunjukkan bahwa ia sangat yakin dirinya pantas mendapatkan posisi tersebut. Bahkan, ia meminta agar penundaan penugasan sebagai duta besar dilakukan agar ia bisa melakukan aktivitas bisnis di Tiongkok.
Pengkhianatan dan Penghinaan terhadap Rekan Kerja
Mandelson tidak ragu-ragu dalam menghancurkan reputasi rekan kerjanya. Contohnya adalah Wes Streeting, yang pernah melihat Mandelson sebagai mentor. Namun, Mandelson justru menghina Streeting sebagai “membosankan” dan mengatakan ia sedang mengalami krisis tengah usia. Sementara itu, Pat McFadden juga menjadi korban pengkhianatan Mandelson. Ia dimanipulasi untuk berbicara buruk tentang pemerintah, tetapi akhirnya dianggap sebagai orang yang tidak berarti.
Keir Starmer pun tidak luput dari kritik Mandelson. Dalam beberapa pesan, Mandelson menyebut Starmer sebagai “sampah masuk, sampah keluar”. Ia bahkan tidak ragu-ragu untuk mengkritik pemimpin partai secara terbuka, tanpa rasa hormat atau rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Dukungan dari Tokoh-Tokoh Lain
Meski begitu, Mandelson tetap memiliki pendukung setia. Salah satunya adalah Torsten Bell, menteri pensiun baru, yang tampak kagum dengan gaya dan pengaruh Mandelson. Ia bahkan menyebut Mandelson sebagai “luar biasa”, seperti seorang penggemar yang tak bisa menahan rasa kagumnya.
Namun, ketika ditanya tentang hubungannya dengan Jeffrey Epstein, Mandelson menolak untuk menyebutkan nama tersebut. Alasannya? Karena Epstein sudah meninggal, sehingga secara teknis tidak dianggap sebagai “orang yang saat ini relevan”.
Kritik terhadap Pemerintah
Beberapa anggota parlemen menilai bahwa penerbitan dokumen-dokumen ini terlalu terlambat. Darren Jones, sekretaris utama perdana menteri, mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki apa-apa yang perlu disembunyikan. Namun, kritik terhadap pemerintah tetap muncul, terutama karena adanya indikasi bahwa sebagian dokumen hilang atau dihapus.
Alex Burghart, wakil oposisi, menganggap bahwa penundaan penerbitan dokumen adalah strategi pemerintah untuk menghindari pertanyaan sulit. Ia juga menyebutkan bahwa pemeriksaan terhadap Mandelson tidak cukup teliti. Meskipun demikian, ia tidak menyebutkan bahwa Kemi Badenoch tidak keberatan dengan penunjukan Mandelson ke Washington.
Kontroversi Terkait Hubungan dengan Oligarki Asing
Masih ada kekhawatiran tentang hubungan Mandelson dengan oligarki Tiongkok dan Rusia serta para pengusaha teknologi yang menghindari pajak. Bagi Mandelson, ini bukanlah konflik kepentingan, karena ia selalu menjadikan dirinya sendiri sebagai prioritas utama.
Edward Leigh, anggota parlemen, menemukan bahwa tidak ada pesan yang berasal atau dikirimkan oleh Keir Starmer dalam dokumen tersebut. Ia menyebutnya sebagai “Orang yang Tidak Pernah Ada”, sebuah metafora yang menunjukkan ketidakjelasan peran Starmer dalam skandal ini.
Dengan semua isu ini, mandelson tetap menjadi pusat perhatian dalam dunia politik Inggris. Bagaimana ia akan terus memengaruhi pemerintahan dan partai, masih menjadi pertanyaan besar.***

>

Saat ini belum ada komentar