Larry Ellison: Dari Teknologi ke Media, Strategi yang Tidak Biasa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Larry Ellison, salah satu orang terkaya di dunia, dikenal sebagai pendiri Oracle dan seorang pengusaha yang sering mengambil langkah tak terduga. Namun, rencana merger antara Paramount dan Warner Bros. Discovery menunjukkan bahwa ia kembali memperluas cakupan bisnisnya, kali ini dengan fokus pada media. Ini menjadi langkah besar yang bisa mengubah dinamika industri hiburan di Amerika Serikat.
Perubahan Strategi yang Tidak Terduga
Ellison, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai tokoh teknologi, kini berada di tengah-tengah permainan media yang penuh persaingan. Pada Agustus 2025, ia mengambil alih Paramount melalui kesepakatan senilai $8 miliar dengan Skydance, sebuah perusahaan hiburan yang didirikan oleh putranya, David. Kini, mereka telah mengajukan tawaran senilai $111 miliar untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery, yang sebelumnya sudah sepakat menjual dirinya ke Netflix.
Tawaran ini menarik karena tidak hanya memberi Ellison kontrol atas saluran seperti CBS dan CNN, tetapi juga menggabungkan layanan streaming seperti HBO Max dan Paramount+. Hal ini akan menciptakan raksasa media baru yang sangat kuat.
Finansial yang Rumit
Meskipun tawaran ini tampak besar, ada tantangan finansial yang signifikan. Paramount hanya memiliki $3 miliar dalam kas, sementara tawaran tersebut membutuhkan dana jumbo. Untuk mengisi celah, tiga bank besar siap menyediakan $57,5 miliar dalam bentuk pinjaman. Sisanya, sekitar $45,7 miliar, berasal dari dana pribadi Ellison.
Ellison sendiri memiliki aset yang sangat besar, termasuk 1,16 miliar saham Oracle yang bernilai $164 miliar. Namun, meski memiliki potensi kekayaan yang besar, ia hanya menjual sebagian kecil saham Oracle selama abad ini. Menurut estimasi Forbes, Ellison memiliki kurang dari $10 miliar dalam kas, sebagian besar dari dividen Oracle.
Selain itu, ia juga memiliki saham Tesla senilai $15 miliar, meski telah meninggalkan posisi direktur Tesla pada 2022. Meski demikian, jumlah ini masih jauh dari kebutuhan untuk mendanai seluruh akuisisi.
Menggunakan Aset sebagai Jaminan
Alih-alih menjual saham, Ellison dapat menggunakan saham Oracle sebagai jaminan. Dalam laporan regulasi September, ia memiliki 346 juta saham Oracle yang dipertaruhkan untuk tujuan bisnis pribadi. Saat ini, nilai aset ini sekitar $50 miliar, cukup untuk menutupi komitmennya tanpa harus menjual saham secara langsung.
Ini adalah strategi yang cerdas, karena menjual saham dalam jumlah besar bisa memicu kekhawatiran di kalangan pemegang saham Oracle, terutama karena perusahaan sedang menghadapi beban utang yang tinggi dan peningkatan pengeluaran untuk pusat data AI.
Hubungan dengan Pemerintah
Kemungkinan besar, hubungan baik Ellison dengan pemerintahan Trump akan menjadi faktor penting dalam proses persetujuan merger ini. Departemen Kehakiman dan Komisi Komunikasi Federal (FCC) biasanya akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap merger besar seperti ini. Namun, kedekatan Ellison dengan pihak administrasi bisa menjadi pelindung.
Ekspansi Bisnis yang Luas
Jika merger ini disetujui, Ellison akan memiliki pengaruh yang luar biasa. Selain Oracle, ia juga memiliki kepemilikan di TikTok melalui kesepakatan pemerintah. Selain itu, ia memiliki portofolio properti senilai $3 miliar, termasuk pulau di Hawaii dan properti di Florida. Ia juga memiliki saham senilai $2 miliar di entitas SpaceX-xAI milik Elon Musk.
Dengan akuisisi ini, Ellison akan menjadi pemain utama dalam industri media, menggabungkan kekuatan teknologi dan hiburan. Meski ada risiko finansial, langkah ini menunjukkan bahwa Ellison tetap ingin bermain di bidang yang paling ambisius.
Potensi Risiko dan Peluang
Meski merger ini bisa meningkatkan kekuasaan Ellison, ada risiko yang harus diperhitungkan. Mergers besar sering kali membawa beban utang yang berat, yang bisa mengganggu harga saham perusahaan. Contohnya, akuisisi Oracle terhadap Cerner, NetSuite, dan PeopleSoft tidak langsung meningkatkan harga saham, tetapi hasilnya terlihat dalam jangka panjang.
Paramount sendiri mengalami penurunan harga saham setelah Ellison mengambil alih, meski saat ini mulai bangkit kembali. Namun, mengakuisisi perusahaan lima kali lebih besar dari ukuran perusahaan sendiri akan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan utang dan mengejar pertumbuhan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar