Peran Bernardo Tavares dalam Peningkatan Performa Pemain Muda Persebaya Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perjalanan Paulo Gali Freitas di BRI Super League 2025/26 menunjukkan bagaimana peran pelatih bisa menjadi kunci dalam pengembangan bakat muda. Sebagai pemain asal Timor Leste yang diboyong dari PSIS Semarang, ia tidak hanya membawa semangat baru ke Persebaya Surabaya, tetapi juga menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan kompetisi level tinggi. Awalnya, Gali langsung mencetak gol pada pekan ketiga, memberikan tanda bahwa ia memiliki potensi untuk berkontribusi signifikan. Namun, seiring berjalannya musim, ia mengalami fase kesulitan yang membuatnya absen mencetak gol selama sepuluh pekan.
Meski begitu, Gali tidak menyerah. Ia terus meningkatkan intensitas latihan dan memperbaiki detail teknik, seperti sentuhan akhir dan visi umpan. Meskipun tidak mencetak gol, kontribusinya tetap terasa melalui assist dan pergerakan aktif di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga pemain kreatif yang bisa mengubah alur pertandingan.
Sentuhan Bernardo Tavares sebagai Titik Balik
Perubahan besar terjadi ketika Bernardo Tavares mengambil alih komando tim Persebaya Surabaya. Dalam debutnya pada pekan ke-17, Gali langsung tampil gemilang dengan mencetak dua gol. Penampilan tersebut tidak hanya membantu tim meraih kemenangan penting, tetapi juga menjadi titik balik dalam karier pemain muda ini. Di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut, Gali terlihat lebih matang dalam mengambil keputusan di lapangan.
Menurut Gali, Tavares memberikan dukungan penuh kepada setiap pemain, termasuk dirinya. “Dia selalu mengajak pemain meeting secara personal, termasuk saya, untuk terus improve jadi lebih baik. Coach selalu meluangkan waktu untuk diskusi individual dan membantu pemain tampil lebih maksimal di lapangan,” ujar Gali.
Sentuhan Tavares tidak hanya meningkatkan performa teknis Gali, tetapi juga membangun kepercayaan diri yang lebih kuat. Ia merasa didukung untuk berkembang, baik dalam hal posisi, kontrol bola, maupun akurasi umpan jauh. Hal ini membuatnya mampu menunjukkan peningkatan signifikan, dengan empat gol dan tiga assist sejak dilatih oleh Tavares.
Kontribusi yang Mengesankan
Secara keseluruhan, Gali telah mengoleksi enam gol dan enam assist musim ini. Gol penentu kemenangan saat menghadapi PSM Makassar menjadi bukti bahwa ia mampu mengambil peran penting dalam skema serangan Persebaya. Performanya yang stabil dan konsisten menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemain muda yang sedang mencari tempat, tetapi juga pemain yang siap menjadi tulang punggung tim.
Dengan perkembangan yang pesat, Gali memperkuat keyakinan bahwa Persebaya Surabaya memiliki masa depan yang cerah. Kombinasi antara bakat alami dan bimbingan pelatih yang tepat menjadi kunci utama dalam pembentukan pemain muda yang berkualitas.
Pengaruh Pelatih terhadap Dinamika Tim
Selain memberikan dorongan mental, Tavares juga membawa perubahan dalam dinamika ruang ganti. Karisma dan kepemimpinan sang pelatih membuat suasana di dalam tim lebih harmonis dan produktif. Gali menyebut bahwa masukan yang diberikan Tavares sangat detail, mulai dari posisi hingga kontrol bola, yang membantunya berkembang lebih cepat.
Pengaruh Tavares tidak hanya terasa pada Gali, tetapi juga pada seluruh skuad Persebaya. Dengan strategi yang jelas dan komunikasi yang terbuka, tim kini lebih solid dan siap menghadapi tantangan-tantangan berikutnya.
Kisah Paulo Gali Freitas adalah contoh nyata bagaimana peran pelatih dapat memengaruhi perkembangan seorang pemain muda. Dari fase kesulitan hingga peningkatan signifikan, Gali menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, potensi bisa terwujud. Dengan bimbingan Bernardo Tavares, ia tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga mental dan psikologis. Ini membuktikan bahwa sukses dalam sepak bola tidak hanya bergantung pada bakat alami, tetapi juga pada lingkungan dan bimbingan yang mendukung.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar