Presiden Prabowo Bantah Tuduhan Pemborosan Anggaran MBG
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengklaim bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, program ini menjadi sorotan karena adanya dugaan pemborosan anggaran. Presiden Prabowo Subianto, yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolri, memberikan tanggapan tegas terhadap tuduhan tersebut.
“Mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, program ini menghambur-hamburkan uang,” kata Prabowo di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Meski demikian, ia menegaskan bahwa MBG bukanlah beban anggaran negara. Program ini justru dijalankan dari sumber lain, yaitu efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah.
Efisiensi Anggaran Sebagai Sumber Pendanaan MBG
Prabowo menjelaskan bahwa MBG didanai melalui penghematan anggaran yang dilakukan di berbagai sektor pemerintahan. Ia mencontohkan penghematan dari rapat-rapat di luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, dan kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat bagi rakyat. Uang yang dihemat ini kemudian dialihkan untuk kebutuhan seperti MBG.
“Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini, saudara-saudara,” ujar Prabowo. Menurutnya, jika tidak dilakukan penghematan, uang tersebut akan digunakan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi atau habis-biasakan oleh korupsi.
MBG sebagai Solusi untuk Stunting dan Pemiskinan
Selain itu, Prabowo menilai bahwa MBG memiliki peran penting dalam mengatasi stunting dan mencerdaskan anak-anak Indonesia. Ia menegaskan bahwa stunting juga bagian dari pemiskinan. “Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin tujuan kita benar dan baik,” katanya.
Meskipun ada ejekan dari kalangan intelektual, seperti profesor-profesor terkenal, Prabowo tetap mempertahankan pendiriannya. Ia menilai bahwa mereka yang mengejek adalah pihak yang dendam dan dengki. Baginya, MBG sangat dibutuhkan oleh Indonesia.
Anggaran Negara Tetap Sehat
Prabowo juga memastikan bahwa APBN tetap sehat dengan defisit yang berada di bawah batas 3 persen yang ditetapkan negara. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah mampu mengelola anggaran secara efisien tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Dukungan Luas untuk MBG
Program MBG telah mencapai berbagai target yang ditetapkan. Hingga saat ini, 4,5 miliar porsi MBG telah disalurkan kepada 60,2 juta orang. Jumlah penerima MBG bahkan setara dengan jumlah penduduk Afrika Selatan. Selain itu, program ini juga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1 juta orang.
Prabowo juga menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mencapai zero error dalam pelaksanaan MBG. Ia menegaskan bahwa ini adalah prioritas utama agar program ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Tantangan dan Perspektif Masa Depan
Meski mendapatkan dukungan luas, MBG tetap menghadapi tantangan, terutama dari kelompok yang tidak sepenuhnya memahami visi dan misi program ini. Namun, Prabowo optimistis bahwa dengan komitmen dan kesadaran kolektif, program ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia.
Dengan pendekatan yang transparan dan efisien, MBG menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya secara bijak untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar