Pemkot Surabaya Raih Penghargaan PIMTI Awards 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan PIMTI Awards 2025 yang diberikan oleh Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan Indonesia (PIMTI). Penghargaan ini diberikan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum, di Surabaya, Jumat (6 Februari 2026).
Fokus pada Partisipasi Perempuan dalam Jabatan Publik
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah yang memberikan ruang bagi perempuan untuk menduduki jabatan publik. Tujuan dari PIMTI Awards adalah untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan dan menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan gender.
Woro Srihastuti menjelaskan bahwa PIMTI tidak hanya menilai dari segi persentase keterlibatan perempuan dalam jabatan tinggi, tetapi juga melihat fasilitas yang mendukung perempuan dan anak. Hal ini mencakup ketersediaan ruang laktasi, daycare atau PAUD, serta tempat konseling atau Pos Sahabat Perempuan dan Anak.
Surabaya Melebihi Target Ketentuan PIMTI
Menurut penjelasan Woro, keterlibatan perempuan dalam kedudukan jabatan tinggi di Pemkot Surabaya melebihi 30 persen, yang artinya jumlah keterlibatan perempuan dalam jabatan tinggi sudah melebihi target ketentuan PIMTI.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga memberikan ruang bagi perempuan untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan atau diklat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PIM) sebelum menduduki jabatan eselon I, eselon II, dan sebagainya. Data tersebut telah diolah dan dinilai, sehingga Kota Surabaya menempati rangking pertama.
Komitmen Kesetaraan Gender di Surabaya
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan bahwa berdasarkan penilaian PIMTI, pegawai pemimpin tertinggi tingkat eselon II perempuan di lingkungan Pemkot Surabaya secara jumlah dan kinerja memiliki nilai terbaik. Selain itu, PIMTI juga menilai bahwa Pemkot Surabaya berhasil mewujudkan kesetaraan gender di Kota Surabaya.
“Kami memiliki ruang laktasi di setiap perangkat daerah dan kantor, termasuk juga adanya daycare dan PAUD. Di mana adanya daycare ini, bisa menitipkan anak saat mereka (ASN) bekerja, dan itu gratis tidak ada dipungut biaya,” ujar Lilik.
Dukungan untuk Mempertahankan Peringkat Pertama
Meski telah meraih peringkat pertama, Woro berharap agar Pemkot Surabaya terus memberikan lebih banyak kesempatan kepada ASN perempuan mengikuti pelatihan kepemimpinan. Hal ini bertujuan agar peringkat Kota Surabaya tetap bertahan di posisi teratas.***

>

Saat ini belum ada komentar