Gempa Tektonik Magnitudo 2,9 Guncang Wilayah Bandung dan Sekitarnya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 2,9 mengguncang wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (6/2) siang sekitar pukul 13.45 WIB. Getaran dari gempa tersebut terasa hingga kawasan Cileunyi, yang berada di sekitar kota tersebut.
Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah setempat. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.86 LS dan 107.74 BT, atau tepatnya berlokasi di Kota Bandung dengan kedalaman 5 kilometer. Dari data yang diperoleh, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat pergerakan sesar aktif.
Wilayah yang Terdampak
Menurut laporan BMKG, gempa dirasakan di beberapa wilayah seperti Kota Bandung dengan intensitas II hingga III MMI. Selain itu, getaran juga terasa di Jatinangor, Ciater, Kasomalang, dan Cileunyi. Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Teguh Rahayu menambahkan bahwa hingga pukul 14.03 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa tidak ada gempa susulan yang terjadi. Hal ini memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Mereka menekankan pentingnya memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi yang telah diverifikasi.
Selain itu, masyarakat diminta untuk memastikan bangunan mereka tahan terhadap gempa, menyiapkan tas siaga bencana, serta berlatih langkah-langkah perlindungan diri selama gempa terjadi. Teguh juga menyarankan untuk memperkuat mitigasi bencana baik secara struktural maupun kultural, serta melakukan edukasi masif terkait potensi gempa dan cara menghadapinya.
Pentingnya Kesadaran akan Bencana
Meski gempa yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan signifikan, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana alam. Bandung, sebagai kota yang terletak di daerah rawan gempa, membutuhkan kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi ancaman semacam ini.
Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan struktur bangunan memenuhi standar ketahanan gempa.
- Menyediakan peralatan darurat seperti tas siaga bencana.
- Melakukan simulasi tanggap darurat secara berkala.
- Mengedukasi masyarakat tentang prosedur keselamatan selama gempa.
Dengan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi gempa dan mengurangi risiko bahaya yang mungkin terjadi. BMKG juga terus memantau kondisi wilayah untuk memberikan informasi yang akurat dan up-to-date.
Meskipun gempa yang terjadi tidak menimbulkan dampak besar, kejadian ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko bencana alam. Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pemantau bencana, dan masyarakat, keselamatan dan kenyamanan hidup di kota-kota rawan gempa bisa lebih terjamin.***

>

Saat ini belum ada komentar