LeBron James, Pengalaman Berharga Seorang Pelatih dalam Mendampingi Bintang Basket
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pelatih yang pernah mengasuh salah satu legenda NBA, LeBron James, berbagi pengalamannya selama masa kerjanya bersama bintang tersebut. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana seorang atlet mampu menjaga performa terbaiknya di usia yang semakin tua.
Peran Mike Brown dalam Membentuk Karier LeBron James
Mike Brown, yang kini menjabat sebagai pelatih New York Knicks, pernah menjadi pelatih LeBron James saat masih bermain untuk Cleveland Cavaliers. Mereka bekerja sama selama lima musim dari 2005 hingga 2010. Selama periode itu, James berhasil membawa timnya ke Final NBA pada 2007. Pada masa tersebut, James juga mencatatkan dua pertandingan dengan skor 50 poin di Madison Square Garden.
Brown mengungkapkan bahwa ia telah mengenal bakat besar James sejak awal karier. Ia menyebutkan bahwa meskipun sudah melihat kemampuan James sejak masa sekolah menengah, ia merasa lebih yakin akan potensinya setelah menghabiskan waktu bersamanya secara langsung.
Kehadiran LeBron James yang Masih Menggemparkan
Meski telah berusia 41 tahun, LeBron James masih tampil luar biasa di lapangan. Ia terus memberikan kontribusi signifikan bagi Los Angeles Lakers, dengan rata-rata 22,0 poin, 5,9 rebound, dan 6,7 assist per pertandingan. Performa ini membuat Lakers duduk di posisi keenam dalam klasemen Wilayah Barat.
Banyak penggemar mulai memperkirakan bahwa ini bisa menjadi musim terakhir James di NBA. Namun, ia sendiri belum sepenuhnya mengumumkan rencana pensiunnya. Hal ini terlihat dari respons publik saat ia kembali ke Cleveland dalam pertandingan melawan Cavaliers, di mana ia mengalami emosi yang kuat saat timnya memberinya penghargaan.
Kepercayaan Mike Brown terhadap Kemampuan LeBron James
Brown tetap percaya bahwa James masih memiliki kemampuan untuk memengaruhi permainan basket. Ia menilai bahwa James memiliki rasa yang sangat baik dalam bermain, serta kemampuan untuk berkontribusi di kedua sisi lapangan. Menurut Brown, James masih bisa menjadi ancaman serius jika diberi kesempatan.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun James adalah pemain tertua di liga, ia tetap mampu memengaruhi hasil pertandingan. Oleh karena itu, Brown mengatakan bahwa tujuan utama pelatih adalah membuat James bekerja keras sebanyak mungkin.
Pertemuan antara Lakers dan Knicks
Pada hari Minggu, 1 Februari, Lakers akan menghadapi Knicks di Madison Square Garden. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi para penggemar, karena akan menjadi pertemuan antara James dan mantan pelatihnya, Mike Brown.
James baru saja dinobatkan sebagai All-Star untuk ke-22 kalinya dalam karier. Ia mendapatkan posisi sebagai All-Star reserve, yang memperpanjang rekor pencapaian terbanyak dalam sejarah NBA.
Pengalaman Mike Brown dalam melatih LeBron James menunjukkan betapa hebatnya bakat yang dimiliki oleh bintang basket ini. Meski usianya semakin tua, James tetap menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Bagi penggemar NBA, pertandingan antara Lakers dan Knicks menjadi ajang yang dinantikan, karena melibatkan sosok legenda yang masih mempertahankan prestasinya.***

>

Saat ini belum ada komentar