Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » ASEAN Menolak Pemilu Myanmar, Kebijakan yang Mengguncang Stabilitas Regional

ASEAN Menolak Pemilu Myanmar, Kebijakan yang Mengguncang Stabilitas Regional

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

DIAGRAMKOTA.COM – Pemilu terbaru di Myanmar kembali menjadi sorotan setelah Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) secara resmi menolak pengakuan terhadap hasil pemungutan suara tersebut. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga stabilitas politik dan keamanan di kawasan.

Penolakan ASEAN Terhadap Pemilu Myanmar

Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, menyampaikan bahwa ASEAN tidak mengakui pemilu yang digelar oleh pemerintahan militer Myanmar. Hal ini dilakukan karena pihaknya belum menerima tiga fase pemilu yang telah berlangsung. Penolakan ini juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap proses pemilu yang dinilai tidak adil dan tidak bebas.

Pemilu tersebut dianggap sebagai upaya untuk melegitimasi kekuasaan militer pasca-kudeta 2021. Partai Union Solidarity and Development Party (USDP), yang didukung militer, mengklaim memenangkan pemilu. Namun, kemenangan ini diperkirakan sebelumnya karena partai-partai oposisi utama tidak diizinkan ikut serta, serta adanya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi.

Dampak Politik dan Sosial di Myanmar

Kekuasaan militer di Myanmar telah memicu konflik internal yang berkepanjangan. Sejak kudeta pada 2021, negara tersebut terus berada dalam situasi krisis, dengan perang saudara yang semakin memperparah kondisi sosial dan ekonomi. Penolakan ASEAN terhadap pemilu merupakan bentuk dukungan terhadap pihak-pihak yang menuntut keadilan dan dialog inklusif.

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menegaskan bahwa kemajuan politik yang bermakna di Myanmar hanya bisa dicapai melalui penghentian permusuhan, dialog antar pemangku kepentingan, serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Peran ASEAN dalam Krisis Myanmar

Filipina, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN tahun 2026, menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri besar pertama di Cebu. Salah satu agenda utama adalah membahas krisis Myanmar. Selain itu, Filipina juga menjadi tempat diskusi tentang isu-isu regional lainnya, seperti sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

ASEAN juga sedang menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan antar negara anggota. Beberapa negara memiliki latar belakang politik dan ekonomi yang berbeda, mulai dari negara demokratis hingga negara otoriter. Meski begitu, ASEAN tetap berupaya untuk memperkuat kerja sama dan menyelesaikan konflik yang ada.

Isu Laut Cina Selatan dan Hubungan dengan Cina

Selain krisis Myanmar, para menteri ASEAN juga sepakat untuk menggelar pertemuan bulanan dengan Cina. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menuntaskan perundingan “kode etik” terkait sengketa teritorial di Laut Cina Selatan. Cina memiliki klaim luas terhadap wilayah ini, yang bertumpuk dengan klaim negara-negara ASEAN seperti Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Brunei.

Perundingan ini sangat penting karena Laut Cina Selatan merupakan jalur perdagangan global yang strategis. ASEAN berharap dapat mencapai kesepakatan yang adil dan mengurangi ketegangan di kawasan.

Tantangan Geopolitik di Asia Tenggara

Lazaro menyampaikan bahwa ASEAN harus tetap menahan diri dan berpegang pada hukum internasional. Di tengah meningkatnya aksi agresi di berbagai wilayah Asia, serta tindakan sepihak yang dinilai mengancam tatanan global, ASEAN harus lebih waspada.

Selain itu, serangan rahasia Amerika Serikat terhadap Venezuela juga menjadi perhatian serius bagi negara-negara ASEAN. Sementara itu, sikap Cina yang semakin agresif terhadap Taiwan dan kawasan Laut Cina Selatan juga menjadi sumber kekhawatiran.

Penolakan ASEAN terhadap pemilu Myanmar menunjukkan komitmen organisasi ini dalam menjaga kestabilan politik dan keamanan di kawasan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ASEAN tetap berupaya untuk memperkuat hubungan antar negara anggota dan menyelesaikan konflik yang ada. Dengan menjaga prinsip keadilan, dialog, dan kerja sama, ASEAN berharap dapat menciptakan lingkungan yang damai dan stabil di Asia Tenggara.

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film “Pengin Hijrah” Rilis 30 Oktober 2025, Cerita Perjalanan Menuju Kebaikan

    Film “Pengin Hijrah” Rilis 30 Oktober 2025, Cerita Perjalanan Menuju Kebaikan

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Film Drama Remaja “Pengin Hijrah” Siap Tayang di Bioskop DIAGRAMKOTA.COM – Film drama remaja terbaru berjudul “Pengin Hijrah” akan segera tayang di bioskop mulai 30 Oktober 2025. Film ini berasal dari cerita orisinal karya Budi Yulianto dan disutradarai oleh Jastis Arimba bersama Benny Setiawan, Endik Koeswoyo, serta Jastis sendiri yang bertindak sebagai penulis skenario. Cerita film […]

  • PKS Jatim bersama Khofifah -Emil Siap Komitmen Politik Santun

    PKS Jatim bersama Khofifah -Emil Siap Komitmen Politik Santun

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Surabaya – Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menyambut baik deklarasi kampanye damai pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang digelar KPU Jatim di Tugu Pahlawan Surabaya. Selasa (24/9/2024) Ia menegaskan PKS akan mengedepankan politik santun dan beradab. Irwan menyampaikan bahwa PKS Jawa Timur mendukung penuh pelaksanaan kampanye damai dan berharap agar seluruh […]

  • Motor Tetap Laku Di Tengah Tekanan Ekonomi, Ini Pandangan Yamaha

    Motor Tetap Laku Di Tengah Tekanan Ekonomi, Ini Pandangan Yamaha

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pasar roda dua nasional terpantau relatif stabil sepanjang Januari-November 2025, meski kondisi ekonomi disebut belum sepenuhnya pulih. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi domestik sepeda motor selama periode Januari-November 2025 tercatat mencapai 5.950.844 unit. Angka tersebut nyaris tidak berbeda jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level […]

  • KDKMP Desa Bangoan Rampung 100 Persen, Jadi Titik Kedua di Tulungagung yang Tuntas

    KDKMP Desa Bangoan Rampung 100 Persen, Jadi Titik Kedua di Tulungagung yang Tuntas

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menyusul keberhasilan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, pembangunan KDKMP di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, kini resmi rampung 100 persen, Kamis (29/01/2026). Progres pembangunan KDKMP Desa Bangoan telah dinyatakan selesai dan terverifikasi melalui portal Agrinas, yang merupakan sistem pemantauan resmi pembangunan KDKMP. Dengan capaian tersebut, KDKMP […]

  • Saham BCA dan Mandiri Dijual Broker, Indeks Bisnis-27 Terbenam

    Saham BCA dan Mandiri Dijual Broker, Indeks Bisnis-27 Terbenam

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Pergerakan Indeks Bisnis-27 Pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini DIAGRAMKOTA.COM – Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (9/9/2025), indeks Bisnis-27 mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena beberapa saham utama dalam indeks tersebut menunjukkan kinerja yang lesu. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.20 WIB, indeks ini turun sebesar 0,27% menjadi berada di level 511,49. […]

  • Validitas Data Terancam, Pemkot Diminta Libatkan RT/RW Awasi Domisili

    Validitas Data Terancam, Pemkot Diminta Libatkan RT/RW Awasi Domisili

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 258
    • 0Komentar

    IAGRAMKOTA.COM – Kredibilitas data kependudukan di Kota Surabaya tengah menjadi sorotan. Fenomena penggunaan satu alamat oleh banyak Kepala Keluarga (KK) yang semakin marak dinilai berpotensi mengganggu akurasi pendataan dan berujung pada ketidaktepatan sasaran program pemerintah. Menanggapi hal ini, anggota DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, meminta Pemerintah Kota Surabaya agar melibatkan RT dan RW secara aktif […]

expand_less