BPBD Pemantauan Kondisi Dam Anjasmara di Blitar Pasca-Laporan Kebocoran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi dam yang berada di kawasan lereng Gunung Kelud, tepatnya di Dusun Kalibladak, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menjadi perhatian masyarakat setelah viral di media sosial. Informasi mengenai kebocoran pada struktur dam tersebut memicu respons cepat dari pihak terkait. Salah satunya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, yang langsung melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi dan potensi risiko yang mungkin terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa tindakan pemantauan dilakukan segera setelah informasi tentang kebocoran tersebut menyebar. “Agenda kami adalah pemantauan lokasi. Karena kemarin sempat viral di medsos tentang Dam Anjasmara yang bocor,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa saat ini kondisi dam masih dalam kategori aman. Namun, ia juga menyampaikan bahwa situasi bisa berubah jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem.
Risiko Potensial dari Kebocoran Dam
Dari hasil observasi di lapangan, ditemukan adanya kebocoran pada bagian galian. Meski tidak sampai mengancam keselamatan secara langsung, kebocoran tersebut tetap menjadi perhatian serius. Jika terjadi jebolnya dam, dampaknya bisa sangat besar, terutama bagi wilayah sekitar. “Karena itu kalau jebol ya otomatis akhirnya bisa kesapu oleh air dam,” tambah Wahyudi.
Pihak BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu dekat dengan area dam saat melakukan aktivitas sehari-hari. Meskipun pengelolaan dam berada di tingkat provinsi, BPBD Kabupaten Blitar tetap berupaya melakukan mitigasi sesuai tupoksinya. “Sebenarnya kami sudah action lama, kemarin pemantauan,” pungkasnya.
Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini
Selain melakukan pemantauan, BPBD Kabupaten Blitar juga telah menyiapkan langkah-langkah peringatan dini kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul akibat kondisi dam yang belum sepenuhnya stabil. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan anjuran dari pihak berwenang.
Keterlibatan Masyarakat dalam Pengawasan
Meski tanggung jawab pengelolaan dam berada di tangan instansi provinsi, BPBD Kabupaten Blitar tetap berperan penting dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya yang mungkin terjadi dan siap mengambil langkah-langkah pencegahan.
Pentingnya Kolaborasi dalam Mitigasi Bencana
Pemantauan dam Anjasmara menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara instansi pemerintah dan masyarakat bisa membantu mengurangi risiko bencana. Dengan adanya kesadaran dan koordinasi yang baik, potensi bahaya bisa diminimalkan sejak dini.***

>

Saat ini belum ada komentar