Pemantauan Kurs Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan hari ini, Selasa, rupiah kembali melemah sebesar 30 poin atau 0,18 persen. Harga tukar rupiah berada di posisi Rp16.985 per dolar AS. Sebelumnya, kurs rupiah berada di level Rp16.955 per dolar AS.
Pengamatan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah menunjukkan bahwa pelemahan ini terjadi setelah adanya fluktuasi yang cukup signifikan sejak awal pekan. Pada Senin pagi, rupiah sempat berada di level Rp16.904 per dolar AS, namun kemudian melorot ke posisi Rp16.955 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin sore.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencerminkan penurunan. Kurs JISDOR saat ini berada di level Rp16.935 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.880 per dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah terus berlangsung.
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah dalam Beberapa Hari Terakhir
Sejak awal pekan, rupiah telah mengalami penurunan secara bertahap. Pada Senin pagi, rupiah melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.904 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.887 per dolar AS. Pada akhir perdagangan Senin sore, rupiah kembali melemah sebesar 68 poin atau 0,40 persen menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Pergerakan rupiah ini mencerminkan ketidakstabilan di pasar valuta asing. Faktor-faktor seperti sentimen pasar global, kebijakan moneter bank sentral, dan perubahan ekonomi makro turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.
Pengaruh Perubahan Kurs terhadap Ekonomi Nasional
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Kenaikan harga dolar AS dapat meningkatkan biaya impor, termasuk bahan bakar, barang elektronik, dan bahan baku industri. Hal ini bisa berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dapat memberikan peluang bagi sektor ekspor. Saat rupiah melemah, produk lokal menjadi lebih murah di pasar internasional, sehingga meningkatkan daya saing ekspor.
Prediksi Pergerakan Kurs Rupiah
Ahli ekonomi memprediksi bahwa pergerakan rupiah akan terus dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Kebijakan suku bunga Bank Indonesia, perkembangan ekonomi global, serta stabilitas politik di dalam negeri akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kurs rupiah.
Selain itu, kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi juga akan berpengaruh. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu terus memantau dinamika pasar untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi tekanan terhadap rupiah.
Peran Bank Indonesia dalam Stabilitas Kurs
Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Melalui kebijakan moneter dan intervensi di pasar uang, Bank Indonesia berupaya memperkuat rupiah agar tidak terlalu rentan terhadap tekanan eksternal.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain adalah pengaturan suku bunga, pembelian atau penjualan valuta asing, dan penguatan sistem keuangan nasional. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas kurs dan pertumbuhan ekonomi.***

>

Saat ini belum ada komentar