Perkembangan Kurs Valuta Asing di Indonesia, Tukar BI untuk Dolar AS Tembus Rp17.019
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kurs valuta asing (valas) di Indonesia terus mengalami perubahan, terutama dalam konteks rupiah terhadap berbagai mata uang dunia. Informasi terbaru mengenai kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) pada hari Selasa, 20 Januari 2026 menunjukkan bahwa nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) mencapai Rp17.019,67 per satu dolar. Angka ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan pelaku bisnis karena dampaknya terhadap transaksi keuangan sehari-hari.
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Lain
Selain USD, beberapa mata uang lain juga memiliki pergerakan yang signifikan. Contohnya, dolar Singapura (SGD) memiliki kurs beli sebesar Rp13.099,84 dan kurs jual Rp13.232,52. Sementara itu, baht Thailand (THB) diperdagangkan dengan kurs beli Rp538,52 dan kurs jual Rp544,11 per satu baht. Yuan China (CNY) mencatatkan kurs beli di posisi Rp2.419,81 dan kurs jual Rp2.444,37 per satu yuan. Euro (EUR) juga mengalami pergerakan, dengan kurs beli sebesar Rp19.588,51 dan kurs jual Rp19.788,77 per satu euro.
Peran Bank Indonesia dalam Pengaturan Kurs
Bank Indonesia (BI) memainkan peran penting dalam menentukan kurs valuta asing melalui mekanisme Transaksi BI. Kurs ini digunakan sebagai referensi untuk transaksi antara BI dan pihak ketiga seperti pemerintah. Titik tengah kurs Transaksi BI USD/IDR mengacu pada kurs acuan (JISDOR) hari kerja sebelumnya (H-1). Pembaruan kurs ini diumumkan sekali setiap hari kerja pada pukul 08.00 WIB.
Dampak Perubahan Kurs terhadap Ekonomi
Perubahan kurs valuta asing dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk perdagangan, investasi, dan inflasi. Misalnya, kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa membuat impor lebih murah, tetapi juga bisa mengurangi daya saing produk lokal. Sebaliknya, pelemahan rupiah bisa meningkatkan biaya impor, sehingga memengaruhi harga barang di pasar.
Penjelasan dari Narasumber
Menurut analis keuangan, pergerakan kurs valuta asing tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan BI, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti situasi politik global dan pergerakan pasar modal. “Kita harus waspada terhadap fluktuasi kurs karena bisa memengaruhi portofolio investasi,” ujar seorang analis yang enggan disebutkan namanya.
Tips untuk Mengelola Keuangan di Tengah Perubahan Kurs
Untuk menghadapi perubahan kurs valuta asing, masyarakat disarankan untuk:
– Memantau perkembangan kurs secara berkala.
– Membuat rencana keuangan yang fleksibel.
– Menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan tabungan.
– Menggunakan layanan keuangan yang aman dan terpercaya.
Dengan pemahaman yang baik tentang pergerakan kurs valuta asing, masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah.***

>

Saat ini belum ada komentar