Thomas Djiwandono, Penunjukan Kekuasaan Ekonomi di Tengah Kejutan Pemilihan Umum
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Indonesia, sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, kembali menjadi sorotan internasional setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada tahun 2029. Namun, langkah ini memicu kekhawatiran tentang otonomi Bank Indonesia (BI), lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter negara tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, muncul isu bahwa BI mungkin akan mengalami tekanan dari pemerintah dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter. Hal ini semakin diperparah dengan penunjukan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Jokowi, sebagai anggota baru dewan gubernur BI. Penunjukan ini menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan para analis dan investor mengenai bagaimana hubungan antara pemerintah dan BI akan berjalan di masa depan.
Thomas Djiwandono, yang sebelumnya pernah bekerja sebagai seorang pengusaha, saat ini menjabat sebagai wakil menteri keuangan. Ia akan menjalani uji kelayakan oleh parlemen sebelum resmi bergabung dengan BI. Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa Thomas akan menggantikan Juda Agung, salah satu anggota dewan gubernur BI saat ini.
Kekhawatiran Investor Terhadap Otonomi BI
Investor di pasar modal Indonesia mulai merasa waspada terhadap kemungkinan adanya campur tangan pemerintah dalam kebijakan moneter. Sejumlah ahli ekonomi mengingatkan bahwa BI harus tetap independen agar dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional. Mereka khawatir jika kebijakan moneter terlalu dipengaruhi oleh target-target ekonomi jangka panjang yang ditetapkan oleh pemerintah, maka risiko inflasi dan ketidakstabilan nilai tukar rupiah bisa meningkat.
“BI harus tetap menjadi lembaga yang mandiri dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik,” ujar salah satu ekonom ternama di Jakarta. “Kemandirian BI adalah kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi.”
Peran BI dalam Pencapaian Target Ekonomi
Dalam beberapa tahun terakhir, BI telah melakukan berbagai langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah penerapan kebijakan moneter yang lebih fleksibel, termasuk penyesuaian suku bunga dan pengelolaan cadangan devisa. Namun, dengan target pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, ada kekhawatiran bahwa BI mungkin akan menghadapi tekanan untuk memberikan dukungan lebih besar kepada pemerintah.
Salah satu contohnya adalah kesepakatan pembagian beban yang dikeluarkan oleh BI tahun lalu. Kesepakatan ini memungkinkan pemerintah untuk menggunakan sumber daya BI untuk mendanai program-program pemerintah tertentu. Meski ini dianggap sebagai langkah strategis, banyak pihak khawatir bahwa hal ini bisa mengurangi otonomi BI dalam membuat keputusan kebijakan moneter.
Meski penunjukan Thomas Djiwandono telah dikonfirmasi oleh dua sumber, baik Thomas maupun kantor presiden belum memberikan komentar resmi mengenai hal ini. Hal ini menambah keraguan di kalangan publik dan investor tentang niat pemerintah dalam menjaga kemandirian BI.***

>

Saat ini belum ada komentar