Teknologi Terkini: Bocoran Spesifikasi iPhone Fold dan iPhone 18 Pro yang Menggemparkan Dunia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perkembangan teknologi terus bergerak cepat, dan salah satu perangkat yang paling dinantikan adalah iPhone dari Apple. Baru-baru ini, bocoran mengenai spesifikasi iPhone Fold dan iPhone 18 Pro mulai muncul dan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar teknologi. Informasi ini menunjukkan bahwa Apple sedang mempersiapkan inovasi besar dalam dunia smartphone.
Perubahan Mendasar pada Desain dan Fungsi
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan Touch ID di iPhone Fold. Ini berbeda dengan iPhone modern saat ini yang menggunakan Face ID. Penggunaan Touch ID diharapkan memberikan keamanan tambahan dan pengalaman pengguna yang lebih nyaman. Selain itu, layar dalam iPhone Fold diperkirakan akan memiliki ukuran 7,8 inci, sementara layar luar mencapai 5,3 inci. Hal ini menunjukkan bahwa Apple ingin menciptakan pengalaman pengguna yang lebih luas dan fleksibel.
Performa dan Kamera yang Lebih Baik
iPhone Fold juga akan ditenagai oleh chipset A20 Pro dan chip N2, yang diklaim akan memberikan kinerja yang sangat baik. RAM sebesar 12GB akan mendukung multitasking yang lancar, sementara modem C2 akan meningkatkan kecepatan dan keamanan koneksi internet. Dalam hal kamera, iPhone Fold akan dilengkapi dengan dua kamera 48MP dan 18MP untuk keperluan selfie, yang diharapkan bisa memberikan hasil foto yang lebih berkualitas.
Seri iPhone 18 Pro yang Menarik Perhatian
Selain iPhone Fold, seri iPhone 18 Pro juga menjadi sorotan. Kedua model ini, yaitu iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, disebut akan menggunakan chipset A20 Pro, chip N2, serta modem C2. RAM 12GB dan kamera depan 18MP akan menjadi fitur utama dari kedua model ini. Namun, ada kabar terbaru yang menyatakan bahwa seluruh seri iPhone 18 akan menggunakan kamera selfie 24MP, yang diharapkan bisa memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Ancaman Phishing di LinkedIn: Waspadai Penipuan yang Mengancam Keamanan Akun
Dalam dunia digital yang semakin berkembang, ancaman phishing juga semakin meningkat. Baru-baru ini, penipuan melalui komentar dan balasan di LinkedIn telah menjadi perhatian serius. Pelaku penipuan ini menggunakan metode yang sangat menipu, membuat pengguna merasa aman dan tertarik untuk mengklik tautan yang sebenarnya tidak aman.
Modus Penipuan yang Menyerupai LinkedIn
Penipu dilaporkan membanjiri unggahan LinkedIn dengan komentar “balasan” palsu yang seolah-olah berasal dari pihak LinkedIn. Komentar tersebut berisi peringatan terkait dugaan pelanggaran kebijakan dan mendesak pengguna untuk mengeklik tautan eksternal. Bahkan, dalam beberapa kasus, pelaku memanfaatkan layanan pemendek URL resmi LinkedIn, lnkd.in, sehingga tautan phishing menjadi lebih sulit dibedakan dari tautan resmi platform.
Tindakan yang Harus Dilakukan Pengguna
Pengguna LinkedIn harus tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh tautan yang muncul dalam komentar. Jika menemukan komentar yang mencurigakan, sebaiknya langsung laporkan ke pihak LinkedIn. Selain itu, pengguna juga dapat memeriksa alamat tautan sebelum mengkliknya. Jika tautan tidak jelas atau mencurigakan, lebih baik hindari mengkliknya.
OpenAI Uji Iklan di ChatGPT: Dampak bagi Pengguna Gratis
OpenAI, raksasa kecerdasan buatan (AI) yang terkenal dengan layanan ChatGPT, baru saja mengumumkan uji coba iklan terbatas di layanan mereka. Ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga akses gratis tetap tersedia bagi pengguna.
Tujuan dan Manfaat Iklan di ChatGPT
OpenAI menyatakan bahwa kebijakan untuk memasang iklan adalah sebagai upaya menjaga akses gratis tetap tersedia. Rencana ini juga dapat menjadi sumber pendapatan baru dari pengguna yang belum siap berlangganan layanan berbayar. Dengan adanya iklan, pengguna gratis tetap bisa menikmati layanan tanpa biaya, sementara pengguna berbayar mendapatkan manfaat tambahan.
Pengalaman Pengguna yang Tetap Prioritas
Meski iklan akan ditampilkan di bagian bawah percakapan, OpenAI menegaskan bahwa pengalaman pengguna tetap prioritas. Pengguna bisa menutup iklan, melihat alasan mengapa iklan tertentu ditampilkan, hingga menonaktifkan personalisasi agar iklan tidak lagi ditargetkan berdasarkan percakapan. Perusahaan juga memastikan, tidak akan menampilkan iklan kepada pengguna yang diyakini berusia di bawah 18 tahun.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, penting bagi pengguna untuk tetap waspada dan memahami risiko yang mungkin terjadi. Dengan informasi yang tepat dan kesadaran diri, pengguna dapat melindungi diri dari ancaman seperti phishing dan memanfaatkan layanan teknologi secara optimal.***

>

Saat ini belum ada komentar