Stok Beras Bulog Kediri Raya Aman Hingga 2027, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Stok beras yang tersimpan di Perum Bulog Cabang Kediri Raya kini mencapai angka 64.385 ton. Angka ini menunjukkan bahwa pasokan beras untuk masyarakat Kabupaten dan Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2027. Hal ini memberikan rasa tenang bagi warga terkait kebutuhan pangan sehari-hari, terutama menghadapi musim-musim tertentu seperti Ramadan dan Lebaran.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bulog, jumlah stok tersebut cukup untuk memenuhi permintaan pasar tradisional, ritel modern, maupun pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Jumlah ini juga menunjukkan upaya Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kualitas Beras Terjaga dengan Baik
Harisun, pemimpin Bulog Cabang Kediri Raya, menegaskan bahwa kualitas beras yang disimpan di gudang Bulog tetap terjaga dengan baik. Ia menyatakan bahwa beras tersebut layak dikonsumsi dan tidak ada risiko penurunan mutu. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras.
“Beras Bulog memiliki mutu yang baik, masyarakat tidak perlu ragu untuk membelinya. Kami pastikan ketersediaan aman,” ujar Harisun. Dengan adanya jaminan kualitas, masyarakat dapat lebih percaya pada produk yang disediakan oleh Bulog.
Imbauan untuk Tidak Melakukan Pembelian Berlebihan
Meskipun stok beras dalam kondisi aman, Harisun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurutnya, Bulog telah menyiapkan cadangan beras dalam jumlah yang memadai, termasuk untuk menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Di akhir tahun lalu stok sangat mencukupi, dan di tahun ini kami siapkan lebih dari cukup. Bahkan hingga tahun depan, ketersediaan beras di Bulog kami pastikan aman,” tambahnya. Dengan demikian, masyarakat dapat membeli beras sesuai kebutuhan tanpa perlu khawatir terhadap kelangkaan.
Komitmen Bulog dalam Mendukung Petani
Selain menjaga stok beras, Bulog Kediri Raya juga terus berkomitmen menyerap gabah petani. Namun, saat ini penyerapan belum dilakukan secara maksimal karena belum memasuki masa panen raya. Untuk harga gabah kering panen (GKP), Bulog menetapkan harga pembelian sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani.
Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. “Kami mendukung penuh program ketahanan dan swasembada pangan. Harapannya, petani dapat merasakan hasil dari kerja kerasnya, dan kebutuhan beras masyarakat tahun ini hingga tahun depan tetap terpenuhi,” pungkas Harisun.
Langkah Strategis dalam Memastikan Ketahanan Pangan
Dengan jumlah stok beras yang mencukupi dan komitmen untuk menyerap gabah petani, Bulog Kediri Raya menunjukkan langkah strategis dalam memastikan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Hal ini juga menjadi bukti bahwa pihak Bulog terus berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan beras.
Selain itu, Bulog juga aktif dalam memfasilitasi kebutuhan pangan masyarakat melalui berbagai program, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu mendapatkan akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Dengan stok beras yang mencapai 64.385 ton dan diproyeksikan aman hingga 2027, Bulog Kediri Raya berhasil menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan harga gabah yang terjangkau juga menjadi bentuk dukungan terhadap para petani. Dengan kombinasi dari pengelolaan stok yang baik dan kebijakan yang pro-terhadap petani, Bulog Kediri Raya telah menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar