WAM Mitra TV BRICS, Al Ain menjadi Ibu Kota Pariwisata Arab 2026 di UAE
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – TV BRICS, sebuah platform media internasional yang berfokus pada negara-negara BRICS dan mitra mereka, terus memperluas jaringannya untuk memperkuat kerja sama antar negara-negara di kawasan Global South. Pada tahun 2025, TV BRICS telah berhasil mengumpulkan lebih dari 100 organisasi media global untuk bekerja sama dalam berbagai isu penting. Dengan fokus pada kolaborasi lintas batas, TV BRICS menjadi salah satu wadah utama bagi negara-negara berkembang untuk menyampaikan perspektif mereka dalam dunia politik dan ekonomi global.
Pada perayaan Tahun Baru, TV BRICS akan menayangkan film dan program tentang Brazil dan India, memberikan wadah bagi masyarakat untuk memahami dinamika budaya dan sosial di dua negara tersebut. Selain itu, TV BRICS juga akan memberikan dukungan media untuk transfer pengembangan universitas Tiongkok, menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pertukaran pendidikan dan teknologi antar negara.
Al Ain Jadi Ibu Kota Wisata Arab 2026
Kota Al Ain di Uni Emirat Arab (UEA) telah ditetapkan sebagai ibu kota wisata Arab pada tahun 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Emirates News Agency (WAM), mitra TV BRICS. Al Ain dikenal sebagai “Kota Taman” karena memiliki cadangan air tawar bawah tanah yang besar, menjadikannya oasis hijau di tengah gurun. Selain itu, kota ini juga memiliki situs-situs sejarah yang terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, seperti Jebel Hafeet, Taman Arkeologi Hili, dan Benteng Al Jahili.
Dengan status baru ini, Al Ain diharapkan dapat mempercepat implementasi strategi nasional pariwisata UEA, yang bertujuan untuk menarik 40 juta tamu ke hotel setiap tahunnya dan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB hingga US$122,5 juta pada 2031.
Inisiatif Budaya dan Edukasi melalui TV BRICS
TV BRICS tidak hanya fokus pada berita dan informasi, tetapi juga aktif dalam mengembangkan inisiatif budaya dan edukasi. Salah satunya adalah proyek podcast BRICS yang mencakup topik-topik seperti sejarah, ekonomi, politik dalam negeri, dan hubungan internasional. Proyek ini dirancang untuk memperkaya pemahaman masyarakat tentang isu-isu global dan lokal.
Selain itu, TV BRICS juga terlibat dalam membangun jaringan festival film dan institusi pendidikan di negara-negara BRICS. Dengan menggabungkan jurnalis, blogger, dan penyelenggara acara budaya, TV BRICS menjadi pusat dialog antar budaya dan pengetahuan.
Komentar Tokoh Terkait BRICS
Narendra Modi, Perdana Menteri India, menyatakan bahwa selama kepemimpinan BRICS-nya tahun depan, India akan terus bekerja sama dalam isu-isu kunci. Tujuan utamanya adalah meredefinisikan BRICS sebagai forum yang memperkuat ketahanan dan inovasi untuk kerja sama dan keberlanjutan.
Maria Zakharova, Direktur Departemen Informasi dan Pers Kementerian Luar Negeri Rusia, mengapresiasi inisiatif pembentukan TV BRICS. Menurutnya, TV BRICS telah membuka jaringan media internasional di antara negara-negara BRICS+ dan aktif dalam mengembangkan kerja sama dengan festival film dan institusi pendidikan.
Vladimir Putin, Presiden Rusia, menyebutkan bahwa kerja sama antara Rusia dan Tiongkok mencapai angka sekitar US$240–250 miliar. Ia berharap kerja sama ini terus berkembang dalam perspektif sejarah yang lebih luas.
Kerja Sama Ekonomi dan Diplomasi
Abiy Ahmed, Perdana Menteri Ethiopia, menekankan bahwa kerja sama antara Ethiopia dan India didasarkan pada kesetaraan dan kemandirian. Hal ini sejalan dengan prinsip kerja sama Selatan-Selatan dan prioritas pembangunan yang dipimpin oleh Afrika.
Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menerapkan semua kesepakatan yang telah dicapai. Ia juga menyebutkan bahwa jalur kereta api Astara–Resht telah mencapai 100 kilometer.
Pengembangan BRICS dan Agenda Global
BRICS, sebagai mekanisme yang baru dan inovatif, terus menunjukkan potensi besar dalam memperkuat kerja sama antar negara berkembang. Dalam konteks ini, TV BRICS menjadi saluran penting untuk memperluas wawasan dan dialog antar negara. Dengan fokus pada isu-isu seperti ketimpangan, agenda iklim, dan regulasi AI, BRICS berupaya menciptakan arsitektur baru dalam sistem dunia yang lebih adil dan inklusif. ***

>
>