Perjalanan Juan Pedro Franco, Pria dengan Obesitas Terberat di Dunia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar

Pria dengan Obesitas (ilustrasi)
DIAGRAMKOTA.COM – Juan Pedro Franco, seorang pria asal Meksiko, dikenal sebagai individu dengan obesitas terparah yang pernah tercatat dalam sejarah. Berat badannya pernah mencapai lebih dari 600 kilogram, membuatnya tidak mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. Kondisi ini menyebabkan banyak tantangan dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk kesulitan untuk melakukan aktivitas dasar seperti mengangkat tangan atau pergi ke toilet sendiri.
Franco memperoleh perhatian global pada tahun 2017 ketika ia ditetapkan oleh Guinness World Records sebagai pria dengan berat badan terbesar yang masih hidup. Kondisi fisiknya yang ekstrem tidak hanya memengaruhi kemampuan gerak, tetapi juga menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan serius yang mengancam nyawanya.
Upaya Menurunkan Berat Badan dan Kembali Beraktivitas
Setelah menghadapi kondisi kesehatan yang sangat rentan, Franco memutuskan untuk mengambil langkah drastis. Ia memulai program medis intensif di bawah pengawasan tim dokter yang dipimpin oleh Dr. José Antonio Castaneda. Program tersebut melibatkan pola makan khusus, seperti diet Mediterania yang fokus pada konsumsi buah dan sayuran segar.
Selain itu, Franco menjalani dua prosedur bedah bariatrik, yaitu gastric sleeve dan gastric bypass. Proses ini berhasil mengurangi hampir setengah berat badannya, memberinya kesempatan untuk kembali berjalan dan hidup mandiri. Franco menyatakan bahwa bisa bangun sendiri untuk minum air atau pergi ke toilet adalah hal besar baginya.
Risiko Kesehatan yang Tetap Tinggi Meski Berhasil Turun Berat Badan
Meskipun penurunan berat badan memberikan manfaat signifikan, kondisi kesehatan Franco tetap rentan. Riwayat penyakit jangka panjang membuatnya selalu berisiko tinggi terhadap komplikasi serius. Pada tahun 2020, ia sempat terinfeksi virus corona (Covid-19) dan berhasil bertahan meskipun berada dalam kelompok berisiko tinggi.
Dr. Castaneda mengungkapkan bahwa kasus Franco merupakan salah satu yang paling kompleks dalam karier medisnya. Penyakit obesitas ekstrem tidak hanya menjadi masalah fisik, tetapi juga memiliki dampak psikologis dan sosial yang mendalam. Franco membuka wawasan publik tentang pentingnya pendekatan medis yang manusiawi dan berkelanjutan bagi penderita obesitas.
Contoh Lain dari Kasus Obesitas Ekstrem
Franco bukanlah satu-satunya kasus obesitas ekstrem yang berakhir tragis. Salah satu contohnya adalah Jon Brower Minnoch dari Amerika Serikat, yang pernah memiliki berat sekitar 635 kilogram dan meninggal akibat gagal jantung dan pernapasan pada usia 41 tahun. Selain itu, Manuel Uribe, seorang pria Meksiko lainnya, juga sempat menurunkan berat badan secara signifikan setelah perawatan medis, tetapi meninggal pada 2014 akibat gagal hati.
Kisah hidup Franco menjadi pengingat bahwa obesitas ekstrem bukan sekadar masalah berat badan, tetapi juga kondisi kesehatan kompleks yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang. Perjuangannya dari keterbatasan total hingga kembali bisa berdiri dan berjalan meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya akses layanan kesehatan yang baik dan penuh empati.
Pentingnya Kesadaran dan Perawatan Medis yang Berkelanjutan
Franco menunjukkan bahwa obesitas ekstrem adalah penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Dengan kesadaran yang lebih baik, masyarakat dapat menghindari risiko komplikasi serius. Perlu adanya dukungan medis yang terus-menerus serta upaya pencegahan yang lebih luas. ***





Saat ini belum ada komentar