Varian Baru Influenza, Super Flu Virus Mengancam Kesehatan Masyarakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Varian baru dari virus influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K atau disebut ‘super flu’ telah terdeteksi di Indonesia. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, mengingat varian ini dikaitkan dengan lonjakan kasus flu di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Perubahan Genetik yang Membahayakan
Virus influenza memiliki sifat yang mudah berubah, mirip dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Dr Erlina Burhan, spesialis paru-paru, menjelaskan bahwa subclade K merupakan hasil mutasi dari virus H3N2 yang mengalami antigenic drift. Perubahan ini menyebabkan struktur antigen virus berbeda, sehingga sistem imun tubuh tidak sepenuhnya dapat mengenali dan melawan virus tersebut.
“Antigenic drift membuat virus influenza sulit diidentifikasi oleh sistem imun, termasuk pada orang yang sudah mendapatkan vaksin,” ujar dr Erlina. Hal ini membuat infeksi dari varian subclade K lebih rentan menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan jenis influenza biasa.
Faktor Cuaca Berpengaruh pada Penyebaran
Selain perubahan genetik, faktor cuaca juga memengaruhi penyebaran virus influenza. Di negara-negara dengan empat musim, peningkatan kasus flu sering kali terjadi saat musim dingin. Dr Erlina menjelaskan bahwa virus H3N2 cenderung meningkat jumlahnya saat musim dingin, sehingga penyebarannya menjadi lebih cepat dan dampaknya lebih parah.
“Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa varian H3N2 subclade K cepat mendominasi kasus flu di berbagai belahan dunia,” tambahnya.
Vaksin Masih Penting Meski Tidak 100% Efektif
Meskipun vaksin influenza tidak sepenuhnya mencegah infeksi oleh varian subclade K, dr Erlina menegaskan bahwa vaksin tetap memiliki manfaat penting. Vaksin membantu mengurangi risiko keparahan penyakit, komplikasi, serta kebutuhan perawatan di rumah sakit.
“Pada populasi rentan, sangat disarankan untuk memperbarui vaksinasi influenza secara rutin,” ujar dr Erlina. Ia menekankan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan, meskipun tidak sepenuhnya bisa mencegah infeksi.
Situasi di Indonesia
Di Indonesia, sebanyak 62 kasus ‘super flu’ telah terdeteksi sejak Agustus 2025. Kasus ini tersebar di beberapa provinsi, dengan dominasi pada anak-anak usia 1–10 tahun dan perempuan. Meski situasi masih dalam pemantauan ketat, masyarakat diminta tetap waspada dengan menjaga kebersihan, menggunakan masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri jika muncul gejala.
Langkah Pencegahan yang Dianjurkan
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, terutama saat musim hujan atau cuaca dingin. Penggunaan masker di tempat umum dan hindari kerumunan juga menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus. Selain itu, penting untuk tetap memperbarui vaksinasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Varian H3N2 subclade K atau ‘super flu’ menunjukkan kemampuan untuk bermutasi dan menantang sistem imun. Meskipun vaksin tidak sepenuhnya efektif, vaksinasi tetap menjadi salah satu cara utama untuk mengurangi risiko keparahan penyakit. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar