Aljazair dan Sudan Siap Berlaga di Piala Afrika 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Aljazair dan Sudan akan menjadi laga pembuka Grup E dalam Piala Afrika Maroko 2025. Laga ini sangat dinantikan karena merupakan pertemuan pertama kedua negara di putaran final kompetisi tersebut. Meskipun ini bukan pertemuan pertama secara keseluruhan, pertandingan ini memiliki bobot yang signifikan bagi kedua tim.
Aljazair, yang dikenal dengan julukan “Si Rubah Gurun”, memiliki rekor yang kuat dalam pertemuan langsung melawan Sudan. Dalam pertandingan terbuka (90 menit), Aljazair tidak pernah kalah dari Sudan, dengan empat kemenangan dan empat hasil imbang dalam pertemuan sebelumnya. Hal ini memberikan kepercayaan diri tambahan bagi tim asal Afrika Utara ini menjelang laga nanti.
Sebelumnya, kedua tim bertemu dua kali pada Agustus 2024. Pada pertemuan pertama, Sudan berhasil menahan imbang Aljazair dengan skor 1-1 di perempat final African Nations Championship. Namun, Sudan akhirnya kalah dalam adu penalti dengan skor 4-1. Dalam pertemuan berikutnya, Aljazair dan Sudan bermain imbang tanpa gol di Piala Arab FIFA di Qatar.
Selain itu, Aljazair juga memiliki kenangan indah saat mengalahkan Sudan dengan skor 4-0 dalam Piala Arab FIFA 2021. Kemenangan ini menjadi bagian dari perjalanan Aljazair yang akhirnya memenangkan turnamen tersebut. Sementara Sudan harus tersingkir di fase grup.
Rekor Kemenangan dan Tantangan yang Menghadang
Aljazair, yang telah tampil di final Piala Afrika sebanyak 21 kali, memiliki sejarah yang panjang dalam kompetisi ini. Tim ini pernah menjadi juara pada tahun 1990 dan 2019. Namun, dalam dua penyelenggaraan terakhir, Aljazair gagal melaju lebih jauh, tersingkir di babak penyisihan grup.
Meski demikian, Aljazair selalu tampil kuat dalam pertandingan pembuka Piala Afrika. Mereka tak pernah kalah dalam lima pertandingan pembuka AFCON terakhir mereka, dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Satu-satunya kekalahan dalam laga pembuka terjadi pada 2013 saat melawan Tunisia. Kemenangan terbesar mereka dalam laga pembuka adalah saat mengalahkan Nigeria 5-1 pada 1990.
Di sisi lain, Sudan baru saja kembali ke putaran final setelah absen selama beberapa edisi. Sudan merupakan salah satu negara pendiri Piala Afrika, dengan gelar juara pertama mereka pada 1970 saat menjadi tuan rumah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Sudan kesulitan meraih hasil positif. Mereka hanya memenangkan satu dari 16 pertandingan AFCON terakhir, dengan enam kali seri dan sembilan kali kalah.
Persiapan dan Harapan untuk Piala Afrika 2025
Aljazair datang ke Maroko dengan target untuk mengembalikan kejayaan masa lalu setelah periode sulit belakangan ini. Tim ini ingin menunjukkan performa yang lebih konsisten dan memperbaiki rekor mereka di putaran final. Sementara Sudan berharap bisa memperbaiki prestasi mereka dan menunjukkan bahwa mereka masih mampu bersaing di panggung internasional.
Laga antara Aljazair dan Sudan akan menjadi awal yang penting bagi kedua tim dalam kompetisi ini. Hasil pertandingan ini bisa menjadi penentu jalannya babak grup dan peluang untuk melaju lebih jauh di Piala Afrika 2025. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar