Lampung Dorong Pendidikan Adaptif dengan Fokus STEM dan AI
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Americo, merespons instruksi Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengenai pentingnya sistem pendidikan yang fleksibel mampu membekali siswa menghadapi tantangan global dalam bidang sains, bahasa, dan teknologi.
Thomas Americo menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Budaya Lampung telah mengeluarkan berbagai program untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan masa depan. Salah satu di antaranya adalah surat edaran yang mewajibkan penggunaan bahasa Inggris setiap hari Jumat di SMA dan SMK negeri maupun swasta. “Kami sudah membuat edaran tentang penggunaan bahasa Inggris di SMK dan SMA,” katanya, Kamis (18/12/2025), sambil menunjukkan isi surat edaran yang dikeluarkan pada 16 September 2025. Program ini ditujukan kepada kelas prioritas dan kelas unggulan agar siswa terbiasa berkomunikasi secara global.
Selain itu, Thomas menekankan pentingnya mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam kurikulum TIK dan bahasa pemrograman. Langkah ini dilakukan guna mempersiapkan siswa agar dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, khususnya menjelang bonus demografi Indonesia. “Kurikulum TIK dan bahasa pemrograman sudah berjalan pada tahun ini. Harapannya, hasilnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung,” ujar Thomas. Dalam mendukung program ini, Disdikbud Lampung telah menyelenggarakan pelatihan bagi 72 guru SMA dan SMK agar mereka siap mengajar materi AI dan pemrograman, dengan jumlah peserta yang terus meningkat.
Thomas Americo juga menekankan perlunya penerapan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) secara lebih efisien. Program STEM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa, sehingga keterampilan analisis dan pemecahan masalah mereka sesuai dengan standar internasional. “Kita akan dorong STEM agar peserta didik terampil dalam literasi numerasi melalui penilaian yang kita siapkan,” ujarnya.
Langkah-langkah ini diambil setelah laporan Program for International Student Assessment (PISA) 2022 yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-69 dari 80 negara dalam kemampuan matematika, sains, dan pengelolaan teknologi digital. Lestari Moerdijat menekankan bahwa kesiapan sistem pendidikan sangat penting agar generasi penerus mampu bersaing tinggi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan pendekatan ini, Disdikbud Lampung berharap sistem pendidikan di wilayah tersebut mampu membentuk siswa yang tanggap, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia. Thomas Americo menekankan bahwa kerja sama antara guru, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program pendidikan adaptif tersebut.
“Pendidikan tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi masa depan yang berubah dengan cepat,” ujar Thomas Americo.
Penggunaan bahasa Inggris, kurikulum AI, serta pendekatan STEM di Lampung merupakan tindakan nyata yang dilakukan oleh daerah dalam mempersiapkan generasi yang mampu dan memiliki daya saing tinggi di masa digital. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar