Irobot Roomba, Perubahan Besar di Dunia Robotis Bersih-bersih: Kekuasaan Berpindah ke Tangan China
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengumuman kebangkrutan perusahaan IRobot, produsen robot penyedot debu terkenal Roomba, telah mengubah dinamika pasar global. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai inovator teknologi rumah tangga kini akan menjadi milik perusahaan pemasok asal Tiongkok, Picea Robotics. Perubahan ini menimbulkan berbagai pertanyaan tentang masa depan produk-produk canggih yang digunakan oleh jutaan pengguna di seluruh dunia.
Sejarah IRobot dan Kehilangan Pasar
IRobot didirikan 35 tahun lalu di Massachusetts dan menjadi salah satu perusahaan pionir dalam pengembangan robot penyedot debu. Selama beberapa tahun, merek ini menjadi simbol inovasi teknologi konsumen di Amerika Serikat. Namun, persaingan dengan produsen Tiongkok yang menawarkan produk lebih murah membuat IRobot kehilangan pangsa pasar secara signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini terus mengalami penurunan pendapatan dan kesulitan keuangan.
Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga turut memperparah situasi. Tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump pada barang-barang impor dari Tiongkok menyebabkan kenaikan biaya produksi bagi IRobot. Menurut dokumen pengadilan, biaya tambahan mencapai $23 juta pada tahun 2025, yang memberi tekanan besar pada keuangan perusahaan.
Kekhawatiran Pengguna tentang “Bricking”
Salah satu masalah utama yang muncul setelah pengumuman kebangkrutan adalah kekhawatiran pengguna tentang “bricking.” Istilah ini merujuk pada risiko bahwa robot penyedot debu mereka akan berhenti berfungsi karena tidak adanya pembaruan perangkat lunak. Banyak pengguna khawatir bahwa setelah akuisisi oleh Picea Robotics, layanan dukungan dan pembaruan untuk produk IRobot akan berkurang atau bahkan dihentikan.
Namun, IRobot berusaha menenangkan pengguna dengan menyatakan bahwa operasional perusahaan akan terus berjalan tanpa gangguan. Mereka menegaskan bahwa aplikasi, program pelanggan, dan dukungan produk tetap akan tersedia. Meski demikian, banyak pengguna masih merasa tidak yakin dengan masa depan produk mereka.
Dampak dari Penolakan Akuisisi oleh Amazon
Sebelum kebangkrutan, IRobot pernah menjalin rencana akuisisi oleh Amazon senilai $1,4 miliar. Rencana ini dibatalkan pada awal 2024 setelah mendapat kritik dari regulator Eropa dan Komisioner FTC Lina Khan. Pendapat para ahli berbeda mengenai dampak dari pembatalan ini. Beberapa menganggapnya sebagai langkah strategis yang tepat, sementara yang lain melihatnya sebagai kesalahan besar.
Dirk Auer, direktur kebijakan kompetisi di International Center for Law & Economics, menyatakan bahwa penolakan akuisisi tersebut merupakan kesalahan strategis. Ia menilai bahwa dengan akuisisi oleh Amazon, IRobot memiliki peluang untuk kembali menjadi pesaing kuat di pasar robot penyedot debu. “Dengan menghalangi akuisisi ini, kita memberi keuntungan mudah kepada pesaing Tiongkok,” katanya.
Dominasi Pasar oleh Produsen Tiongkok
Saat ini, hampir 70% pasar robot penyedot debu cerdas global dikuasai oleh merek-merek Tiongkok seperti Roborock dan Ecovacs. Ini menunjukkan betapa cepatnya pergeseran daya tawar dalam industri ini. Pengambilalihan IRobot oleh Picea Robotics dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Tiongkok di pasar global.
Kondisi Keuangan IRobot
Pada tahun 2024, pendapatan IRobot hanya mencapai $681 juta, turun sekitar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga memiliki utang yang sangat besar, mencapai ratusan juta dolar. Setelah transaksi yang diawasi pengadilan selesai, IRobot akan menjadi perusahaan swasta yang dimiliki oleh Picea Robotics.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar