Penyelamatan Indukan King Kobra dan 21 Telur di Pacitan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 15 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah peristiwa luar biasa terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ketika tim penyelamat berhasil menyelamatkan induk ular King Kobra beserta 21 telur yang siap menetas. Kejadian ini menunjukkan pentingnya tindakan cepat dan profesional dalam menghadapi ancaman satwa liar yang berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.
Situasi Darurat di Pekarangan Rumah Warga
Pada Minggu (14/12/2025), seorang warga bernama Arif melaporkan adanya keberadaan ular besar di sekitar rumahnya. Laporan tersebut menjadi awal dari operasi evakuasi yang dilakukan oleh tim Animal Rescue Pacitan dari EXALOS Indonesia. Dalam waktu singkat, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian meskipun jarak yang harus ditempuh cukup jauh hingga ke batas kecamatan.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan induk King Kobra yang sedang menjaga 21 butir telur di pekarangan rumah warga. Ular tersebut memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan diperkirakan sudah dewasa. Keberadaannya di area permukiman memicu kekhawatiran karena potensi bahaya yang ditimbulkan oleh bisa ular ini.
Proses Evakuasi yang Efektif
Dengan menggunakan peralatan dan keahlian yang memadai, proses evakuasi berjalan dengan lancar. Dalam waktu kurang lebih 15 menit, induk King Kobra beserta telurnya berhasil diamankan tanpa insiden serius. Nugroho, eksekutor lapangan EXALOS Indonesia, menjelaskan bahwa proses ini berjalan efisien karena kesiapan tim dan penanganan yang tepat.
“Bermula ada laporan dari pemilik rumah atau lahan yang mengetahui ada ular berkeliaran di sekitar rumah warga. Proses berjalan lancar walau jarak sangat jauh ke batas kecamatan. Kurang lebih 15 menit, tim berhasil mengamankan ular dan seluruh telurnya,” kata Nugroho.
Faktor Lingkungan yang Memicu Masuknya Ular
Menurut Nugroho, lokasi penemuan di Dusun Sepang, Desa Tulakan, merupakan kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan hutan. Hal ini membuat interaksi antara manusia dan satwa liar semakin tinggi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko masuknya ular berbisa ke area permukiman.
Nugroho menambahkan bahwa posisi rumah yang sangat dekat dengan hutan menjadi faktor utama masuknya ular tersebut. Oleh karena itu, pihaknya juga mengamankan 21 butir telur untuk mencegah populasi ular berbahaya ini berkembang liar di lingkungan padat penduduk.
Peringatan untuk Masyarakat
Kemunculan ular King Kobra di area permukiman menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan ancaman satwa liar. Nugroho mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan gegabah jika menemukan kasus serupa.
“Tidak boleh gegabah dan menyepelekan, serta jangan anggap semua ular itu karakternya sama, jadi lebih baik segera lapor tim atau petugas,” ujarnya.
Pentingnya Kolaborasi dalam Penyelamatan Satwa Liar
Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan tim penyelamat. Laporan dari warga menjadi kunci dalam memulai proses penyelamatan. Selain itu, keberhasilan operasi ini juga menunjukkan kompetensi dan kesiapan tim Animal Rescue Pacitan dalam menangani situasi darurat.
Evakuasi induk King Kobra dan 21 telur di Pacitan menjadi contoh nyata bagaimana tindakan cepat dan koordinasi yang baik dapat mencegah potensi bahaya dari satwa liar. Kehadiran ular berbisa di area permukiman menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dan peran aktif tim penyelamat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan demikian, kejadian seperti ini dapat dihindari di masa depan melalui edukasi dan kesiapan yang lebih baik. ***





Saat ini belum ada komentar