Ringkasan Berita:
- Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi memamerkan 4 ekor kura-kura Aldabra raksasa asal Atol Aldabra, Seychelles, sebagai koleksi perdana sejak berdiri.
- Satwa yang didatangkan dari iZoo Shizuoka Jepang ini terdiri atas satu jantan berbobot 109 kg (usia 40 tahun) dan tiga betina berbobot 80–90 kg (usia 25–30 tahun).
- Kerja sama konservasi internasional ini membuka peluang kedatangan satwa baru lainnya ke KBS, mulai dari monyet Jepang, jerapah, hingga panda merah.
Surabaya, Diagramkota.com — Kebun Binatang Surabaya (KBS) mencatatkan sejarah baru dalam pengayaan keanekaragaman hayatinya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, lembaga konservasi tertua di Jawa Timur ini resmi menghadirkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) sebagai koleksi satwa teranyar. Sebanyak empat ekor kura-kura darat raksasa yang terdiri atas satu pejantan dan tiga betina tersebut didatangkan langsung dari Jepang dan kini telah dapat disaksikan oleh para pengunjung.
Kehadiran spesies endemik asal Atol Aldabra, Seychelles, ini menandai debut perdana satwa berukuran masif tersebut di KBS. Di habitat global, kura-kura Aldabra dikenal luas sebagai salah satu kura-kura darat terbesar kedua di dunia setelah kura-kura raksasa Galapagos, dengan panjang karapas mencapai sekitar satu meter dan bobot melampaui 100 kilogram.
Koleksi Bersejarah KBS: Pejantan 109 Kg dan Rentang Usia Panjang
Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, menegaskan bahwa kedatangan reptil raksasa ini merupakan momentum penting dalam melengkapi peta keanekaragaman satwa dunia di Surabaya.
“Selama KBS berdiri, kami belum pernah memiliki kura-kura Aldabra. Ini merupakan pertama kalinya kami mendatangkan satwa jenis tersebut,” ungkap Nurika Widyasanti, Selasa (1/9/2026).
Empat individu kura-kura tersebut memiliki postur tubuh yang luar biasa. Sang pejantan tercatat memiliki bobot sekitar 109 kilogram dengan estimasi umur berkisar 40 tahun. Sementara itu, tiga kura-kura betina masing-masing berbobot antara 80 hingga 90 kilogram dengan rentang usia 25 hingga 30 tahun.
Selain karakteristik fisiknya yang menakjubkan, Aldabra masyhur sebagai fauna dengan usia harapan hidup sangat panjang, yakni mampu bertahan melampaui usia 100 tahun dalam kondisi perawatan optimal. Keunikan biologis inilah yang menjadi daya pikat utama edukasi publik di KBS.
“Kehadiran kura-kura Aldabra ini diharapkan menjadi tambahan daya tarik bagi pengunjung sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai satwa dan konservasi,” tambahnya.
Kemitraan dengan iZoo Jepang dan Prosedur Karantina Ketat
Mendatangkan satwa eksotis lintas negara ini merupakan hasil kerja sama internasional antara pihak manajemen Kebun Binatang Surabaya dengan kebun binatang reptil kenamaan iZoo di Shizuoka, Jepang. Sebelum dilepas ke area peragaan publik (display), seluruh kura-kura wajib melalui tahapan habituasi dan protokol karantina medis ketat.
“Kura-kura tersebut tiba di Indonesia pada pertengahan Juli 2026 dan kemudian menjalani karantina di KBS. Setelah seluruh proses selesai dan dinyatakan siap, keempatnya baru diperkenalkan kepada pengunjung,” jelas Nurika.
Rencana Penambahan Satwa: Monyet Jepang hingga Panda Merah
Keberhasilan pertukaran satwa Aldabra ini merupakan gerbang awal dari rangkaian kolaborasi jangka panjang antara KBS dan iZoo Shizuoka. Ke depan, portofolio kerja sama konservasi ini direncanakan terus berlanjut dengan mendatangkan spesies eksotis lain dari Negeri Sakura, seperti monyet Jepang (Japanese macaque), jerapah, hingga panda merah (red panda).
“Hadirnya kura-kura Aldabra bukan sekadar menambah daftar koleksi. Satwa tersebut menjadi wajah baru koleksi KBS sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat Surabaya untuk mengenal secara langsung salah satu kura-kura darat terbesar di dunia,” pungkas Nurika.




















