DIAGRAMKOTA.COM – Dalam perjalanan yang penuh lika-liku, ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. Ini menjadi pencapaian luar biasa bagi pasangan yang sebelumnya belum pernah menjuarai turnamen besar.
Amri/Nita melangkah ke semifinal setelah mengalahkan pasangan Taiwan, Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang, dengan skor 21-18 dan 21-9. Sebelumnya, mereka juga sukses mengalahkan unggulan kesembilan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, dalam dua gim.
Perjalanan Berliku Menuju Kejuaraan Dunia
Sejak berpasangan pada Agustus 2024, Amri/Nita sering kali terjebak dalam persaingan ketat. Mereka hanya mampu mencapai perempat final di turnamen Super 750 seperti All England Super 1000 pada Maret 2026. Di level menengah, mereka pernah menjadi semifinalis di Thailand Terbuka dan Korea Terbuka Super 500 pada 2025.
“Ada banyak lika-liku dalam persiapan kami ke sini. Waktu tidak cukup, tapi kami tetap berusaha,” ujar Amri. Ia menyatakan bahwa target awal hanya untuk meraih medali, namun kenyataannya jauh lebih dari yang mereka bayangkan.
Sulit Menembus Persaingan Elite
Amri/Nita adalah bagian dari ganda campuran pelatnas utama yang sering mengalami pergantian pasangan. Amri pernah berduet dengan Winny Oktavina Kandow dan Indah Cahya Sari Jamil, sedangkan Nita sempat bermain bersama Adnan Maulana sebelum akhirnya berpasangan dengan Amri.
Namun, meski berganti pasangan, mereka selalu kesulitan menembus persaingan elite. Hal ini membuat mereka semakin bersemangat saat mendapat kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia.
Tantangan Berat di Babak Semifinal
Untuk bisa meningkatkan medali perunggu ke perak atau emas, Amri/Nita harus menghadapi ganda campuran nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China). Namun, pertemuan sebelumnya menunjukkan bahwa mereka kesulitan menghadapi pasangan tersebut.
Dalam empat pertemuan sebelumnya, Amri/Nita hanya mampu merebut satu gim. Salah satu kekalahan terjadi pada babak kedua Kejuaraan Asia di Ningbo, China, April 2026, saat mereka kalah 10-21 dan 15-21.
“Target kami tercapai, tapi belum selesai. Kami masih ingin memberikan yang terbaik agar medali bisa lebih berwarna,” tambah Amri.
Kekalahan Ganda Putri Indonesia
Dari tiga wakil Indonesia di perempat final sesi siang, hanya Amri/Nita yang berhasil menang. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum kalah dalam dua gim. Febriana/Meilysa kalah dari Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan) 11-21, 11-21, sedangkan Rachel/Febi dikalahkan Li Yi Jing/Luo Xu Min (China) 13-21, 14-21.
“Kami sudah menyiapkan beberapa pola, tapi lawan begitu siap dan alot. Kami kurang sabar hingga melakukan kesalahan,” kata Febriana.
Harapan Tersisa di Babak Final
Tanpa wakil ganda putri dan tunggal putri, tim Merah Putih masih memiliki harapan dari pemain tunggal dan ganda putra. Alwi Farhan akan berhadapan dengan Chou Tien Chen (Taiwan), sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan.
Alwi tertinggal 1-2 dari Chou, tetapi memiliki bekal kemenangan dari pertemuan terakhir di babak kedua All England. Fajar/Fikri juga unggul atas Lee/Yang dari pertandingan di semifinal Korea Terbuka 2025.
Pengunduran Diri Akibat Cedera
Beberapa atlet mundur sebelum bertanding karena cedera atau sakit. Ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, memenangkan pertandingan tanpa tanding karena cedera lutut Puavaranukroh. Sementara itu, Nozomi Okuhara dari Jepang juga mundur sebelum melawan Pornpawee Chochuwong (Thailand).
Sehari sebelumnya, persaingan antar ganda putra Malaysia batal karena Tee Kai Wun sakit. Aaron Chia/Soh Wooi Yik pun menang walkover atas Man Wei Chong/Tee.












