SPPG Tembok Dukuh Janji Tanggung Biaya Pengobatan Ratusan Siswa yang Keracunan MBG
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji Sidak Dapur MBG di Surabaya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Surabaya kembali menjadi perhatian publik. Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.
Janji Tanggung Jawab dari Kepala SPPG
Menanggapi insiden tersebut, Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, menyatakan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan bagi siswa yang terdampak.
“Kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang terdampak seperti itu. Untuk pembiayaan segalanya kita tanggung sama-sama,” ujar Chafi dalam keterangannya.
Selain itu, dia juga meminta maaf kepada para siswa dan berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait kejadian ini.
Proses Evaluasi dan Penyebab Keracunan
Chafi menjelaskan bahwa pihaknya sedang menunggu hasil pengecekan laboratorium terkait penyebab keracunan. Menurut laporan yang diterima, menu yang diduga menjadi penyebab adalah daging yang diolah krengsengan.
“Kita dilihat dulu, kita observasi, baru kita bisa evaluasi bersama-sama. Nanti kita serahkan kepada pihak BGN (Badan Gizi Nasional), tim kesehatan, ada Dinkes juga, seperti itu,” jelasnya.
Kronologi Keracunan Massal
Dari data yang diperoleh, sekitar 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh mengalami gejala keracunan. Mereka yang terdampak berasal dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP.
Gejala yang dialami oleh para siswa antara lain mual, muntah, dan pusing. Sebagian besar dari mereka dibawa ke Rumah Sakit Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya.
Peran Puskesmas dalam Penanganan
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tyas Pranadani, menjelaskan bahwa hampir semua siswa yang terkena dampak telah ditangani.
“Sejauh ini yang kita dapatkan datanya hampir 200 siswa. Hampir semua sudah kami tangani,” kata Tyas.
Dia juga menambahkan bahwa sejumlah pihak telah mengambil sampel menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan. Hasil analisis laboratorium akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut.
Langkah Preventif dan Edukasi
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi lembaga penyedia makanan bergizi gratis. Selain menanggung biaya pengobatan, langkah preventif seperti pemeriksaan kualitas bahan makanan dan pelatihan staf sangat diperlukan.
Edukasi kepada masyarakat juga harus dilakukan agar siswa dan orang tua dapat mengenali tanda-tanda keracunan serta segera melapor jika terjadi hal serupa.
Kesimpulan
Kasus keracunan MBG di Surabaya menjadi momen penting dalam mengevaluasi sistem distribusi makanan bergizi. Dengan respons cepat dari pihak SPPG dan puskesmas, situasi bisa dikendalikan. Namun, langkah-langkah pencegahan dan peningkatan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama.
FAQ
– Apa yang menyebabkan keracunan MBG?
Sampel makanan sedang diperiksa laboratorium untuk menentukan penyebab pastinya.
Siapa yang bertanggung jawab atas biaya pengobatan?
SPPG Tembok Dukuh berjanji menanggung biaya pengobatan secara penuh.Bagaimana proses penanganan siswa yang terkena dampak?
Siswa yang mengalami gejala keracunan telah dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis.***

>
>

Saat ini belum ada komentar