Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Konflik Pemkot Surabaya dan Dewan Kesenian Surabaya: Penyegelan Sekretariat yang Menimbulkan Kontroversi

Konflik Pemkot Surabaya dan Dewan Kesenian Surabaya: Penyegelan Sekretariat yang Menimbulkan Kontroversi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menjadi sorotan setelah melakukan penyegelan terhadap ruang sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Balai Pemuda. Tindakan ini dilakukan pada Senin (4/5/2026), yang diikuti dengan pengangkutan sejumlah gamelan yang berasal dari hibah mantan Pimpinan redaksi (Pimred) Surabaya Post, Toety Aziz. Langkah ini memicu reaksi keras dari pengurus DKS yang menilai tindakan tersebut tidak prosedural dan melanggar hak-hak komunitas kesenian.

Penyegelan Tanpa Dokumen Administratif

Ketua DKS Chrisman Hadi menyatakan bahwa penyegelan dan pengosongan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya merupakan bentuk penyimpangan kewenangan. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan tanpa adanya dokumen administratif seperti surat perintah atau berita acara. Hal ini membuat DKS merasa diperlakukan tidak adil dan tidak menghormati prosedur yang berlaku.

“Kami (DKS) menganggap jika pengosongan dilakukan tanpa memperhatikan prosedur yang berlaku. Tidak ada surat perintah dan berita acara yang dibuat,” ujar Chrisman, Rabu (6/5/2026). Ia juga menyoroti bahwa meskipun telah menerima surat peringatan pertama (SP1) tertanggal 25 Maret 2026 dari Pemkot Surabaya, surat tersebut dicabut pada 2 April 2026 lalu, tetapi pengosongan tetap dilakukan tanpa dasar yang jelas.

Pengangkutan Gamelan yang Tidak Milik Pemkot

Selain penyegelan, Pemkot Surabaya juga mengangkut sejumlah gamelan yang berasal dari hibah Toety Aziz. Chrisman menjelaskan bahwa semua perlengkapan yang diangkut bukan milik Pemkot Surabaya. Menurutnya, gamelan tersebut adalah properti DKS yang berasal dari sumbangan almarhum Toety Aziz sejak awal 1980-an, bahkan di setiap kerangkanya terdapat logo DKS.

“Penyitaan ini tentu berdampak bagi komunitas seni yang berlatih disini,” tambahnya. Ia menyebutkan bahwa beberapa kelompok seni anak-anak yang biasanya latihan ludruk dan gamelan harus gladi bersih tanpa alat musik tersebut, sehingga mengganggu persiapan pentas mereka.

Dampak pada Aktivitas Komunitas Seni

Pengangkutan gamelan yang dianggap cacat prosedur berdampak langsung pada aktivitas komunitas kesenian yang berlatih di sekretariat DKS. Chrisman mengungkapkan bahwa banyak komunitas seni yang tergantung pada fasilitas tersebut, termasuk kelompok ludruk yang kini harus mencari alternatif lain untuk latihan.

“Anak-anak ini biasanya latihan ludruk dan gamelan di sini. Sekarang alatnya tidak ada, tapi mereka tetap harus jalan untuk pentas,” katanya. Ia menegaskan bahwa kebijakan Pemkot Surabaya tidak hanya mengganggu aktivitas seni, tetapi juga merusak hubungan antara pemerintah dan komunitas seni.

Persoalan Kelembagaan yang Belum Selesai

Chrisman juga menyampaikan bahwa konflik antara DKS dan Pemkot Surabaya tidak hanya terkait penyegelan, tetapi juga masalah kelembagaan yang belum selesai. Ia menyebut pihaknya sebelumnya telah mengajukan permohonan audiensi untuk membahas musyawarah pemilihan pengurus baru, namun tidak mendapat respons.

“Selama belum ada musyawarah seniman kota untuk memilih ketua baru, saya masih bertanggung jawab sebagai ketua hasil musyawarah 2019,” ujarnya. Ia menekankan bahwa DKS memiliki legitimasi historis sebagai bagian dari ekosistem kesenian di Surabaya.

Jalur Hukum yang Akan Ditempuh

Di sisi lain, perwakilan tim advokasi DKS Johan Avie menyatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum atas pengosongan yang dilakukan Pemkot Surabaya. Ia menegaskan bahwa pihak penasehat hukum sedang menyiapkan pelaporan ke Polda Jatim.

“Kami akan menempuh jalur hukum, baik TUN, perdata, maupun pidana. Saat ini bukti sedang dikonsolidasikan dan sedang disiapkan laporan ke Polda Jatim,” pungkasnya. Ia menilai bahwa pengosongan dilakukan tanpa surat tugas dan perintah, serta pengrusakan kunci dan pengambilan paksa gamelan yang bukan milik Pemkot Surabaya.

Perbedaan Pandangan tentang Status Aset

Konflik antara Pemkot Surabaya dan DKS bermula dari perbedaan pandangan terkait status kelembagaan serta pemanfaatan aset Balai Pemuda. Pemkot sebelumnya menyatakan penggunaan ruang oleh DKS tidak memiliki dasar hubungan hukum, sehingga dilakukan penertiban. Sementara itu, DKS berpendapat memiliki legitimasi historis sebagai bagian dari ekosistem kesenian yang ada di Surabaya.

Konflik ini tidak hanya menyangkut penggunaan ruang, tetapi juga menyentuh aspek legalitas, pengelolaan aset, hingga arah kebijakan kebudayaan di Surabaya.***

  • Penulis: Diagram Kota

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Tulungagung GTK Kemendikdasmen 2026

    Anggaran Besar Pemkab Tulungagung untuk PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 92
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung telah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Dalam APBD tahun 2026, alokasi dana tersebut mencapai sekitar Rp50 miliar. Anggaran ini ditujukan khusus untuk para PPPK yang baru diangkat pada akhir tahun 2025 lalu. Struktur Anggaran dan Penyaluran Gaji Dalam […]

  • Arsenal vs Brentford: Strategi Arsenal untuk Kembali ke Jalur Kemenangan

    Arsenal vs Brentford: Strategi Arsenal untuk Kembali ke Jalur Kemenangan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 139
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Arsenal, yang dikenal sebagai salah satu tim terkuat di Liga Inggris, kini berada dalam fase penting dalam perjalanan mereka di musim 2025-2026. Setelah tampil mengesankan dalam beberapa pertandingan sebelumnya, The Gunners harus menghadapi tantangan besar dalam laga melawan Brentford. Pelatih Mikel Arteta memperkirakan bahwa pertandingan ini akan menjadi momen penting bagi timnya untuk kembali […]

  • Pengamat Hukum: Mendorong DPR untuk Seegera Menyetujui RUU Perampasan Aset

    Pengamat Hukum: Mendorong DPR untuk Seegera Menyetujui RUU Perampasan Aset

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 296
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Hardjuno Wiwoho, seorang pengamat hukum dan pegiat antikorupsi, mengajak anggota DPR RI periode 2024-2029 yang baru dilantik untuk segera menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset menjadi UU. Menurut Hardjuno, UU Perampasan Aset merupakan kebutuhan instrumen hukum yang krusial bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Dengan pengesahan RUU ini, Indonesia akan menunjukkan keseriusan […]

  • Runtuhnya Mitos Kependekaran Politik Jokowi 

    Runtuhnya Mitos Kependekaran Politik Jokowi 

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems. DIAGRAMKOTA.COM – Ternyata lebih cepat dari yang banyak orang perkirakan, bahwa kependekaran semu politik Jokowi akan tamat  riwayatnya di akhir Tahun 2024 ini. Jokowi yang sebelumnya seperti Pendekar Politik Nomer Wahid di negeri ini, dan pengaruh politiknya sangat luar biasa ternyata aslinya hanyalah selevel Makelar PILKADA. Kependekaran Politik Jokowi sebenarnya hanyalah semu, […]

  • Inisiasi Street Race, Cara Polres Pacitan Wujudkan Zero Balap Liar

    Inisiasi Street Race, Cara Polres Pacitan Wujudkan Zero Balap Liar

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 374
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Upaya memerangi balap liar di jalanan akhirnya punya jalan keluar. Polres Pacitan Polda Jatim bersama Pemerintah Kabupaten dan komunitas otomotif setempat menggelar event Pancer Door Street Race 2025 pada Jumat siang (30/5/2025). Acara ini berlangsung di sirkuit pantai Pancer Door dan disaksikan ribuan penonton juga penggemar. Ajang Setting Drag Bike Non Kejuaraan ini […]

  • Mabes Polri Gelar Korps Raport Kenaikan Pangkat Pati Polri, 13 Perwira Tinggi Naik Pangkat

    Mabes Polri Gelar Korps Raport Kenaikan Pangkat Pati Polri, 13 Perwira Tinggi Naik Pangkat

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 326
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi (Pati) yang berlangsung di Rupatama Mabes Polri, Rabu (30/4). Upacara ini dipimpin langsung oleh Bapak Kapolri, dan diikuti jajaran pejabat tinggi serta perwira menengah. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 13 Pati Polri menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, mulai dari Kombes Pol […]

expand_less