Transparansi Harga Komponen Kunci Kendaraan Listrik di Pasar Indonesia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perusahaan otomotif ternama di Indonesia, Toyota dan Jaecoo, telah mengumumkan rincian biaya penggantian komponen baterai untuk kendaraan elektrifikasi yang mereka tawarkan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap biaya kepemilikan kendaraan hybrid dan listrik.
Garansi Baterai untuk Kendaraan Hybrid Toyota
Public Relations Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Philardi Ogi, menjelaskan bahwa pemilik Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid tidak perlu khawatir mengenai biaya penggantian baterai dalam waktu dekat. Hal ini didasarkan pada perlindungan garansi yang panjang yang diberikan oleh pabrikan.
“Sebenarnya customer tidak perlu khawatir ya karena baterai seluruh produk Hybrid EV Toyota sudah bergaransi 8 tahun atau 160.000 km,” ujarnya saat dihubungi.
Namun, jika kerusakan terjadi di luar masa garansi, Toyota menetapkan harga paket baterai assembly untuk Innova Zenix Hybrid sebesar Rp 48 juta. Proses penggantian harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya satu modul saja.
Prosedur Penggantian Baterai yang Akurat
Ogi menegaskan bahwa proses penggantian akan ditentukan setelah teknisi melakukan pemeriksaan mendalam di bengkel resmi. Diagnosis akurat sangat penting untuk memastikan penanganan sesuai tingkat kerusakan yang terjadi.
“Proses perbaikan tetap akan menyesuaikan hasil pemeriksaan dan tingkat kerusakan yang dialami, sehingga diagnosis, penanganan, serta estimasi waktu pengerjaan dapat dilakukan secara lebih akurat,” tambahnya.
Biaya Penggantian Baterai untuk Kendaraan Listrik Jaecoo
Selain Toyota, merek Jaecoo juga merinci biaya penggantian baterai untuk tiga model berbeda. Harga baterai bervariasi tergantung kapasitas energi masing-masing model. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa harga baterai Jaecoo berkisar antara Rp 106 juta hingga Rp 174 juta, belum termasuk pajak PPN.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, memberikan rincian spesifik untuk model J7, J8, dan J5 EV. “J7 SHS sekitar Rp 106 juta untuk kapasitas 18,3 kWh, J8 SHS Rp 160 juta dengan 34,4 kWh, dan J5 EV Rp 174 juta dengan kapasitas 60,9 kWh,” jelasnya.
Dampak Kurs Rupiah terhadap Harga Mobil Baru
Selain informasi tentang biaya baterai, industri otomotif juga mengkhawatirkan dampak dari kurs rupiah yang mencapai level Rp 17.400/USD. Hal ini dapat memengaruhi harga mobil baru, khususnya kendaraan impor. Industri menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait langkah mitigasi.
Perkembangan Teknologi Kendaraan Listrik di Indonesia
Pengungkapan transparansi harga baterai menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik. Dengan adanya garansi dan informasi biaya yang jelas, konsumen lebih yakin dalam memilih kendaraan hybrid maupun listrik.***

>
>

Saat ini belum ada komentar