Setelah Seabad Hilang, Lagu Karya W.R. Soepratman Ditemukan Lagi
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah lagu lama karya komponis kebangsaan Wage Rudolf Soepratman kembali ditemukan setelah lebih dari satu abad tidak tercatat dalam sejarah musik Indonesia.
Lagu berjudul “Ratap Si Parto” tersebut muncul kembali melalui penelusuran arsip di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Penemuan ini bermula dari penelitian arsip yang dilakukan pustakawan Khusnul Khatimah.
Saat menelusuri dokumen-dokumen musik lama, ia menemukan partitur lagu yang diyakini sebagai karya Soepratman dari era 1920-an.
Temuan tersebut langsung menarik perhatian para peneliti musik dan pemerhati sejarah kebudayaan Indonesia karena membuka kembali jejak karya lain dari pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Para peneliti menduga “Ratap Si Parto” diciptakan untuk pertunjukan toneel atau sandiwara panggung yang populer pada masa Hindia Belanda.
Pada masa itu, musik sering digunakan sebagai pengiring cerita dalam pementasan teater.
Berbeda dengan karya Soepratman yang dikenal luas sebagai lagu perjuangan, “Ratap Si Parto” menghadirkan nuansa yang lebih lirih dan emosional.
Lagu tersebut menceritakan kisah seorang anak bernama Parto yang meratap karena merindukan ibunya yang telah meninggal dunia.
Dalam kisah tersebut tergambar harapan polos seorang anak yang ingin kembali bertemu dengan ibunya.
Namun, pada akhirnya Parto harus menerima kenyataan pahit bahwa harapan itu tidak mungkin terwujud.
Sejumlah peneliti juga melihat adanya pengaruh dari lagu populer dunia berjudul I’m Forever Blowing Bubbles yang dirilis pada 1919.
Lagu tersebut dikenal dengan nuansa melankolis tentang mimpi dan harapan yang mudah pecah seperti gelembung.
Penemuan karya ini terasa semakin menyentuh jika melihat perjalanan hidup Soepratman yang kehilangan ibunya ketika masih berusia sembilan tahun.
Pengalaman tersebut diyakini meninggalkan jejak emosional yang kuat dalam beberapa karyanya.
Kini, lagu “Ratap Si Parto” kembali diperkenalkan kepada publik oleh generasi muda. Soprano sekaligus komponis muda Antea Putri Turk membawakan lagu tersebut secara a cappella dalam peringatan Hari Musik Nasional.
Penemuan lagu ini menjadi pengingat bahwa sejarah musik Indonesia masih menyimpan banyak karya berharga yang belum sepenuhnya terungkap.
Melalui penelitian arsip dan peran generasi muda, warisan musik masa lalu diharapkan dapat terus hidup dan dikenal oleh masyarakat luas.(Dk/nins)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>
>
