Penipuan Kerja yang Menghancurkan Harapan Keluarga Penjual Kue di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kasus dugaan penipuan kerja yang melibatkan seorang pejabat pemerintah di Kota Surabaya menimpa Cholifah, seorang penjual kue pasar. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial besar, tetapi juga menghancurkan harapan keluarganya untuk masa depan yang lebih baik.
Keterlibatan Pejabat dalam Kasus Penipuan
Cholifah mengungkapkan bahwa putranya ditawarkan pekerjaan sebagai tenaga alih daya di pemerintahan. Tawaran ini datang dari mantan Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma. Dalam prosesnya, Cholifah memberikan uang sebesar Rp 25 juta kepada Deddy dengan harapan putranya bisa mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.
“Katanya dijanjikan kerja pada November atau Desember, tapi sampai sekarang orangnya gak ada kabar,” kata Cholifah saat berbicara kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Uang tersebut merupakan jumlah besar bagi Cholifah yang hanya bekerja sebagai penjual kue pasar.
Tidak Ada Bukti Pembayaran
Salah satu hal yang memperparah kekecewaan Cholifah adalah ketiadaan kuitansi pembayaran. Saat uang diserahkan, ia tidak menerima tanda terima apapun. Hanya ada foto yang menunjukkan transaksi tersebut. “Tanda terimanya gak ada, tapi ada fotonya saat pembayaran itu ada, uangnya langsung yang nampani (menerima) pak camatnya,” jelasnya.
Upaya Mencari Jawaban
Cholifah pernah mengunjungi rumah Deddy untuk meminta pertanggungjawaban, tetapi hanya bertemu dengan istri Deddy. Ia mengatakan bahwa istri Deddy tidak mengetahui tentang urusan tersebut dan hanya menjawab bahwa itu bukan tanggung jawabnya.
“Sudah ke rumahnya di Tenggilis Mejoyo itu terus saya ke sana hanya menemui istrinya, katanya ‘enggak tahu itu urusan Bapak, saya gatau’ gitu,” ujar Cholifah.
Respons dari Wakil Wali Kota Surabaya
Menanggapi laporan Cholifah, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, langsung menegur Deddy melalui sambungan telepon. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, langkah ini menunjukkan bahwa isu penipuan kerja yang dilakukan oleh pejabat pemerintah telah mencuri perhatian warga dan otoritas setempat.
Dampak Psikologis pada Korban
Korban mengaku sangat terpuruk secara emosional. Suara Cholifah bergetar saat menceritakan pengalamannya. “Saya ini cuma jualan kue, Pak, tapi ditipu sama pak camat, jadi sampai sekarang anak saya belum bekerja,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kecemasan Masyarakat Terhadap Penipuan Kerja
Kasus seperti ini tidak hanya terjadi pada Cholifah, tetapi juga sering dialami oleh banyak orang. Beberapa pelamar kerja bahkan harus membayar biaya tambahan agar bisa lolos seleksi. Hal ini menunjukkan adanya praktik tidak sehat dalam sistem perekrutan kerja yang melibatkan pihak-pihak tertentu.
Langkah Pemerintah untuk Mencegah Penipuan
Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya kasus penipuan kerja. Salah satunya adalah dengan meningkatkan transparansi dalam proses rekrutmen dan memastikan bahwa semua prosedur dilakukan secara terbuka dan adil.
Kasus penipuan kerja yang dialami Cholifah menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa tidak semua tawaran kerja bisa dipercaya. Dengan adanya kecurigaan terhadap pejabat pemerintah, penting bagi korban untuk segera melaporkan ke pihak berwajib agar kasus ini bisa diselesaikan secara hukum.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar