Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Kekalahan Persebaya Surabaya Mengungkap Masalah Serius di Lini Depan

Kekalahan Persebaya Surabaya Mengungkap Masalah Serius di Lini Depan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

DIAGRAMKOTA.COM – Kekalahan telak 5-1 dari Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda menjadi titik kritis bagi Persebaya Surabaya. Hasil ini tidak hanya mengguncang para penggemar, tetapi juga memicu wacana tentang kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini depan musim depan. Kritik keras datang dari Bonek, suporter setia Persebaya, yang menilai sektor penyerangan Green Force sedang dalam kondisi darurat.

Dalam pertandingan tersebut, lima gol Borneo FC dicetak oleh empat pemain berbeda. Juan Villa mencetak dua gol pada menit 15 dan 59, disusul Mariano Peralta pada menit 62, Koldo Obieta pada menit 68, dan Marcos Astina di masa injury time. Sementara itu, Persebaya hanya mampu membalas satu gol melalui bek asal Brasil, Leo Lelis, pada menit 73. Skor ini menunjukkan betapa timpangnya performa kedua tim selama pertandingan.

Sebagian Bonek menerima kekalahan ini sebagai bagian dari dinamika sepak bola. Namun, banyak yang menyampaikan kritik tajam terhadap sektor depan Persebaya. Mereka menilai bahwa lini penyerangan tidak memberikan ancaman berarti. Absennya striker utama Mihailo Perovic karena cedera disebut sebagai salah satu faktor utama tumpulnya serangan Green Force. Tanpa sosok target man, aliran bola di lini depan terlihat kehilangan arah.

Situasi ini semakin diperparah karena Persebaya Surabaya tidak memiliki striker murni lain di skuad musim ini. Ketika Perovic absen, pilihan di lini depan menjadi sangat terbatas. Akibatnya, strategi serangan Green Force kerap hanya bergantung pada pergerakan Bruno Moreira dan Paulo Henrique Riveira. Pola permainan tersebut mudah dibaca lawan yang cukup fokus mematikan dua pemain tersebut.

“Resiko maine cuma ngandelno Bruno & Riveira, wong 2 iku dikunci wes gak iso lapo2. Musuh Persib & Borneo dadi contoh nyata, permainan e saiki cuma ngandelno Bruno & Riveira. Gak duwe target man, bek lawan dadi gak perlu cemas. Fokus mateni pergerakan Bruno, Riveira & Gali,” tulis salah satu Bonek.

Nama Ramadhan Sananta Muncul Sebagai Solusi Potensial

Di tengah desakan tersebut, satu nama mulai kembali mencuat sebagai solusi potensial bagi Green Force. Sosok yang dimaksud adalah striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta. Persebaya Surabaya sebenarnya sempat mencoba mendatangkan Ramadhan Sananta pada bursa transfer paruh musim lalu. Namun upaya tersebut gagal karena sang pemain memilih bertahan bersama klubnya saat ini, DPMM FC di Liga Super Malaysia.

Ramadhan Sananta, yang saat ini bermain untuk DPMM FC, telah mencatatkan 2 gol dan 1 assist dalam 15 pertandingan. Informasi yang diberikan oleh akun Instagram @transfernews__ft menyebutkan kemungkinan waktu transfer sang pemain. Salah satunya pada awal musim Super League Indonesia 2026/2027 mendatang.

“Namun tetapi, Ada 2 kemungkinan Sananta bergabung dengan Persebaya, Ntah pada paruh musim Super League Indonesia 2025/26, atau Musim Baru Super League Indonesia 2026/27. Dengan demikian kontrak Sananta bersama DPMM FC akan berakhir pada 30 Juni 2026. MENARIK UNTUK DITUNGGU.!” tulis @transfernews__ft.

Jika melihat situasi kontrak tersebut, peluang Persebaya Surabaya merekrut Ramadhan Sananta pada awal musim depan terbilang cukup terbuka. Kontrak sang pemain bersama DPMM FC hanya tersisa hingga 30 Juni 2026. Artinya, Green Force berpotensi mendatangkan sang striker secara gratis jika menunggu hingga kontraknya habis.

Koneksi Historis dan Keperluan Mendesak

Selain faktor kontrak, ada juga aspek historis yang bisa mempermudah proses transfer. Ramadhan Sananta dikenal berkembang pesat saat dilatih Bernardo Tavares di PSM Makassar. Koneksi tersebut bisa menjadi nilai tambah jika Persebaya Surabaya benar-benar serius membangun lini depan yang lebih tajam.

Keputusan untuk mendatangkan striker baru seperti Ramadhan Sananta bukan lagi sekadar opsi, tetapi sudah menjadi urgensi. Jika ingin kembali bersaing di papan atas dan memburu gelar juara musim depan, Green Force tidak bisa lagi menunda pembenahan sektor penyerangan. Datangnya striker baru bisa menjadi awal perubahan besar bagi masa depan Persebaya Surabaya.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Nataru Polres Jember Gelar Razia Tempat Hiburan Malam

    Jelang Nataru Polres Jember Gelar Razia Tempat Hiburan Malam

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 157
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Jember Polda Jatim meningkatkan langkah preventif dengan menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam, mulai Jumat malam (12/12). “Kegiatan itu kami laksanakan untuk mengantisipasi peredaran narkoba serta mencegah potensi gangguan kamtibmas,” Kasat Reserse Narkoba Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setyawan, Senin (15/12). Razia gabungan tersebut […]

  • Dosen UIM Makasar Meludahi Kasir Swalayan

    Kasus Arogan di Makassar: Diduga Menghina, Oknum Dosen UIM Makasar Meludahi Kasir Swalayan

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 182
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang pria diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan meludahi kasir perempuan di sebuah toko swalayan. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan berujung pada pelaporan ke pihak berwajib. Aksi yang Terekam dan Viral di Media Sosial Video yang merekam aksi tersebut cepat menyebar […]

  • Pergerakan Saham BCA yang Mengkhawatirkan Investor Turun Tajam

    Pergerakan Saham BCA yang Mengkhawatirkan Investor Turun Tajam

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 254
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan hari Selasa, 9 Desember 2025. Pada pukul 11.30 WIB, harga saham BCA berada di level Rp 8.125 per lembar, turun sebesar 2,11% dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah sejumlah besar investor melakukan aksi jual dalam transaksi perdagangan. Data […]

  • Komisi A DPRD Surabaya Muhammad Saifuddin

    Komisi A DPRD Surabaya Geram, Minta Dugaan ASN Terlibat Pesta Seks Diusut Tuntas

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 598
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Malam di kawasan Ngagel, Surabaya, berubah riuh setelah polisi menggerebek sebuah kamar hotel yang dijadikan tempat pesta seks sesama jenis. Kabar tersebut langsung menyebar luas, memantik keprihatinan publik, dan mengguncang wajah moral Kota Pahlawan. Tak tinggal diam, Komisi A DPRD Surabaya menyatakan sikap tegas. Mereka memastikan akan turun bersama Satpol PP untuk menertibkan […]

  • Trump , Iran

    Perang yang Memanas: Ancaman Trump dan Respons Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap negara tersebut. Dalam pidato yang disampaikan di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa perang melawan Iran “hampir selesai” dan menjanjikan kemenangan besar bagi pasukan militer AS. Namun, ancamannya tidak berhenti di situ. Trump menegaskan bahwa jika […]

  • Pendekatan Inovatif untuk Mengatasi Kasus TBC di Sumenep

    Pendekatan Inovatif untuk Mengatasi Kasus TBC di Sumenep

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 189
    • 0Komentar

    DIAGRMKOTA.COM – Sumenep, yang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kasus tuberkulosis (TBC) yang tinggi, kini mengambil langkah-langkah inovatif untuk memerangi penyakit ini. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat memperketat pemantauan pasien melalui kunjungan langsung dari rumah ke rumah. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan pengobatan berjalan secara kontinyu tanpa terputus, yang menjadi kunci […]

expand_less