Investor Asing Terekam Jual 10 Saham Teratas Saat IHSG Menguat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah libur panjang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu (25/3/2026). Penutupan indeks tercatat naik sebesar 2,75% ke posisi 7.302,12. Angka ini menunjukkan kembalinya optimisme investor terhadap kondisi pasar saham.
Selama sesi perdagangan, total nilai transaksi mencapai Rp 25,92 triliun dengan volume perdagangan sebesar 38,44 miliar saham dan jumlah transaksi sebanyak 2,13 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 574 saham mengalami kenaikan, sementara 148 saham turun dan 101 saham tidak bergerak.
Seiring dengan kenaikan IHSG, tercatat adanya aktivitas pembelian bersih oleh investor asing di pasar modal Indonesia. Total pembelian bersih mencapai Rp 103,12 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 55,57 miliar berasal dari pasar reguler, sedangkan sisanya sebesar Rp 47,55 miliar berasal dari pasar negosiasi dan tunai.
Namun, meski IHSG menguat, ada sejumlah saham yang menjadi target penjualan dari investor asing. Berdasarkan data dari Stockbit, terdapat 10 saham yang secara kompak dijual oleh investor asing dalam perdagangan tersebut.
Daftar 10 Saham yang Dianggap Target Penjualan Investor Asing
Berikut adalah daftar 10 saham yang menjadi fokus penjualan oleh investor asing:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Nilai penjualan mencapai Rp 507,52 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Penjualan sebesar Rp 385,06 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI): Jumlah penjualan sebesar Rp 224,18 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM): Penjualan mencapai Rp 219,05 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF): Nilai penjualan sebesar Rp 54,72 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA): Jumlah penjualan sebesar Rp 50,51 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO): Penjualan mencapai Rp 36,32 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT): Nilai penjualan sebesar Rp 35,15 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Jumlah penjualan sebesar Rp 31,70 miliar
- PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC): Penjualan mencapai Rp 29,36 miliar
Mengapa Investor Asing Memilih Menjual?
Meskipun IHSG menguat, beberapa analis memperkirakan bahwa investor asing melakukan penjualan karena alasan strategis. Salah satu narasumber dari lembaga riset pasar modal menyatakan, “Investor asing sering kali melakukan aksi jual saat pasar sedang stabil atau mengalami kenaikan, untuk memastikan profit mereka tetap terjaga.”
Dalam konteks ini, penjualan besar-besaran terhadap 10 saham utama bisa menjadi indikasi bahwa para investor asing sedang melakukan diversifikasi portofolio atau mengambil untung dari kenaikan harga saham yang telah cukup signifikan.
Kondisi Pasar Saat Ini
Kenaikan IHSG diikuti oleh meningkatnya likuiditas pasar. Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan antusiasme investor terhadap pergerakan pasar. Namun, penjualan besar-besaran oleh investor asing juga menjadi perhatian bagi para pemain pasar lokal.
Beberapa ahli pasar mengingatkan, “Meskipun IHSG menguat, investor perlu tetap waspada terhadap volatilitas yang bisa terjadi. Penjualan besar-besaran oleh investor asing bisa menjadi isyarat awal dari perubahan tren pasar.”
Perkembangan Selanjutnya
Pasca-penjualan besar-besaran oleh investor asing, seluruh pasar akan terus memantau perkembangan IHSG dan pergerakan saham-saham unggulan. Para investor diharapkan dapat memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti stabilitas ekonomi nasional dan kondisi global yang bisa memengaruhi pergerakan pasar.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar