Strategi Ekspansi PTRO dengan Pembentukan Tiga Anak Usaha Baru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – PT Petrosea Tbk (PTRO) mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah dinamika pasar saham yang sedang menghadapi tekanan. Perusahaan resmi mendirikan tiga anak usaha baru, yang akan menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang lebih luas dan terintegrasi. Langkah ini menunjukkan komitmen PTRO dalam memperluas kapabilitas layanan serta memperkuat daya saing di sektor pertambangan dan energi.
Penguatan Struktur Bisnis Melalui Entitas Baru
Tiga entitas baru yang didirikan oleh PTRO adalah PT Petrosea Infrastruktur Nusantara, PT Petrosea Engineering Procurement Construction, dan PT Rekakarsa Karya Nusantara. Ketiganya memiliki kepemilikan lebih dari 99 persen oleh PTRO, menunjukkan kontrol penuh atas operasional masing-masing unit. Dengan pembentukan ini, perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi, memperdalam integrasi operasional, serta memperluas jangkauan layanan ke berbagai segmen bisnis.
Selain itu, PTRO juga membentuk entitas strategis di bawah Petrosindo Group, yang fokus pada konsultasi manajemen, keuangan, asuransi, serta pengelolaan dan pengendalian entitas usaha. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terstruktur dan terarah, yang akan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Kinerja Keuangan yang Menunjukkan Pertumbuhan Solid
Pertumbuhan bisnis PTRO tidak hanya terlihat dari pembentukan entitas baru, tetapi juga dari kinerja keuangan yang stabil. Hingga September 2025, pendapatan perusahaan mencapai USD252,73 juta, naik sebesar 31,71 persen secara tahunan. Laba bersih juga meningkat signifikan menjadi USD5,86 juta, atau naik 279,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan margin laba bersih mencerminkan perbaikan profitabilitas meskipun di tengah tekanan biaya dan dinamika industri. Arus kas dari aktivitas operasi melonjak menjadi USD52,38 juta, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang lebih baik. Sementara itu, arus kas investasi negatif sebesar USD158,51 juta mencerminkan belanja investasi yang agresif, sejalan dengan ekspansi dan penguatan kapasitas bisnis.
Arus kas pendanaan sebesar USD106,30 juta menunjukkan dukungan pendanaan yang kuat untuk mendukung strategi ekspansi tersebut. Meski arus kas bebas masih negatif, kondisi ini berada dalam konteks ekspansi, bukan pelemahan operasional.
Pergerakan Saham yang Mengalami Tekanan Tipis
Pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, saham PTRO mengalami penurunan tipis. Harga saham sempat naik hingga 8.075 sebelum akhirnya turun ke level 6.975, menutup sesi di area 7.425, turun 1,00 persen dari penutupan sebelumnya. Pergerakan intraday ini menunjukkan aksi ambil untung di area atas setelah reli beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, harga saham masih bertahan di atas level 7.300, yang menunjukkan bahwa tekanan jual belum berkembang menjadi koreksi yang agresif. Secara teknikal, pergerakan harga hari ini lebih mencerminkan penyesuaian jangka pendek daripada perubahan arah tren. Aksi pendirian anak usaha memberi sinyal strategis positif, tetapi pasar belum merespons secara agresif dalam satu sesi perdagangan.
Proyeksi Masa Depan dan Tantangan yang Menghadang
Ke depan, arah gerak saham PTRO akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi kinerja operasional, realisasi manfaat dari entitas baru, serta dinamika sentimen sektor pertambangan dan energi secara keseluruhan. Dengan struktur neraca yang semakin kuat dan kinerja keuangan yang solid, PTRO memiliki potensi untuk terus berkembang dan memperkuat posisi di pasar.
Namun, tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, peraturan regulasi, serta persaingan di sektor energi tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Dengan strategi yang terencana dan komitmen untuk inovasi, PTRO berpotensi menjadi salah satu pemain utama di industri pertambangan dan energi Indonesia.***

>

Saat ini belum ada komentar