Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions, Barella Soroti Kekalahan dari Liverpool
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kegagalan Inter Milan dalam melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini menjadi sorotan utama. Tim asuhan Cristian Chivu harus mengakui kekalahan dari Bodo/Glimt di leg kedua playoff fase knockout, yang akhirnya membuat mereka tersingkir dengan agregat 2-5. Ini menjadi penurunan signifikan bagi klub yang sebelumnya tampil sebagai finalis Liga Champions pada musim lalu.
Pertandingan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Inter kalah 1-2 dalam pertandingan tersebut, dan gagal melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi elit Eropa. Sejak musim 2020/2021, Inter belum pernah mengalami kegagalan seperti ini dalam babak knockout Liga Champions.
Perjalanan Inter di Liga Champions Musim Ini
Inter Milan memasuki fase knockout Liga Champions setelah finis di peringkat kesembilan di fase grup. Mereka mengumpulkan 15 poin, hanya terpaut satu angka dari delapan besar yang menjadi batas akhir untuk lolos langsung ke babak 16 besar. Hal ini memaksa mereka melewati babak playoff, yang akhirnya menjadi ajang penentu nasib mereka.
Selain itu, kegagalan Inter juga terkait dengan hasil pertandingan di matchday keenam saat bertemu Liverpool. Pada pertandingan tersebut, Inter kalah 0-1, yang menurut Nicolo Barella menjadi momen penting yang memengaruhi jalannya kompetisi.
Penalti yang Jadi Sorotan
Barella menyampaikan rasa kecewa atas kekalahan dari Liverpool, terutama terkait dengan penalti yang diberikan kepada tim lawan. Ia merujuk pada situasi di mana wasit memberikan hadiah penalti setelah VAR meninjau insiden antara Alessandro Bastoni dan Florian Wirtz.
“Ada rasa kecewa karena kami tidak pernah sembunyi dari keinginan untuk bersaing di setiap turnamen,” ujar Barella kepada Sky Sport Italia. “Kami mencoba, mereka lebih baik, tapi inilah perbedaannya ketika Anda tidak lolos lewat poin karena mereka memberi penalti di menit ke-90.”
Barella menilai bahwa tanpa penalti tersebut, Inter mungkin tidak akan terlibat dalam dua pertandingan playoff yang akhirnya membuat mereka tersingkir. Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa Liga Champions adalah kompetisi yang sangat kompetitif dan penuh tantangan.
Peluang di Kompetisi Lain
Setelah tersingkir dari Liga Champions, peluang Inter untuk meraih trofi kini hanya tersisa di Serie A dan Coppa Italia. Saat ini, mereka unggul 10 poin di puncak klasemen Serie A dan akan menghadapi Como di semifinal Coppa Italia. Dengan performa yang stabil di liga domestik, Inter memiliki kesempatan besar untuk mempersembahkan gelar di musim ini.
Namun, kegagalan di Liga Champions tetap menjadi duka bagi para penggemar dan pemain. Bagi Barella dan rekan-rekannya, ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana kompetisi sepak bola tingkat dunia bisa sangat dinamis dan penuh kejutan.
Perspektif di Masa Depan
Meskipun kegagalan ini mengecewakan, Inter masih memiliki banyak potensi untuk bangkit. Dengan kualitas pemain dan strategi yang solid, klub ini bisa kembali menjadi pesaing utama di level Eropa. Namun, untuk mencapai hal itu, Inter perlu belajar dari kesalahan masa lalu dan meningkatkan performa di setiap laga.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar