AMMN Perusahaan Emas yang Mengungguli Antam, Laba Mencapai US$1,5 Miliar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 45 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi perusahaan emas yang menarik perhatian investor setelah mengumumkan kinerja keuangan yang luar biasa pada tahun 2026. Dalam riset Phintraco Sekuritas, AMMN diprediksi mencatat pendapatan dan laba yang signifikan, terutama seiring berakhirnya masa transisi bisnis. Hal ini memberi harapan besar bagi para pemegang saham yang menantikan pertumbuhan positif dari emiten ini.
Kinerja Keuangan yang Menjanjikan
Pada tahun 2025, pendapatan AMMN diperkirakan mencapai US$1,1 miliar, meskipun terjadi penurunan sebesar 57% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan oleh produksi yang masih rendah pada fase awal operasi. Namun, tren kinerja dari kuartal I hingga III menunjukkan adanya perbaikan bertahap.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa pendapatan AMMN akan meningkat tajam pada 2026, dengan angka yang diperkirakan mencapai US$3,5 miliar. Sementara itu, laba bersih diperkirakan mencapai US$1,5 miliar, jauh melampaui kerugian sebesar US$130 juta pada tahun sebelumnya. Angka ini membuat AMMN menjadi salah satu perusahaan emas dengan laba terbesar di Indonesia, bahkan melebihi PT Antam Tbk (ANTM) yang diprediksi meraih untung sebesar Rp11 triliun.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan AMMN adalah berakhirnya masa transisi bisnis dan masuknya tambang Batu Hijau ke fase produksi yang lebih normal pascatransisi fase 8. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan serta menurunkan biaya per unit.
Selain itu, pengembangan smelter PMR juga menjadi kunci dalam penguatan rantai nilai perusahaan. Smelter ini mulai memberikan kontribusi produk bernilai tambah, sementara ekspansi konsentrator yang direncanakan akan segera dimulai pada awal 2026. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan kelancaran pengolahan bahan baku.
Rekomendasi Investasi dan Potensi Harga Saham
Berdasarkan analisis Phintraco Sekuritas, saham AMMN layak untuk dibeli dengan estimasi harga wajar sebesar Rp8.700. Rekomendasi ini didasarkan pada valuasi discounted cash flow serta valuasi secara relatif. Selain itu, PBV (Price to Book Value) saham AMMN saat ini berada di bawah rata-rata lima tahun sebesar 6,97 kali, menunjukkan potensi pertumbuhan yang menarik.
Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti keterlambatan atau ketidakoptimalan ramp up produksi fase 8, volatilitas harga tembaga dan emas, serta risiko eksekusi proyek hilirisasi dan ekspansi yang bisa menekan margin dan arus kas.
Dengan kinerja keuangan yang menjanjikan dan proyeksi pertumbuhan yang kuat, AMMN menjadi salah satu emiten yang layak diperhatikan oleh investor. Meski ada risiko yang perlu diwaspadai, peluang untuk mendapatkan keuntungan dari saham AMMN terlihat cukup menarik. Dengan target harga yang tinggi dan prospek bisnis yang stabil, AMMN mungkin menjadi pilihan investasi yang strategis bagi para pemain pasar modal.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar