Relawan PMI Jember, Bantuan Psikologis Anak Korban Banjir di Medan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan bantuan psikologis kepada anak-anak yang terdampak banjir di Kota Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilakukan melalui program Psychosocial Support Service (PSS) dan Layanan Kesehatan Terpadu, bertujuan untuk memulihkan kondisi mental dan emosional anak-anak pasca-bencana.
Kegiatan PSS ini berlangsung di dua lokasi, yaitu Masjid Al-Husna dan Al-Mahri di Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Sebanyak 28 anak mengikuti kegiatan kemanusiaan dengan mendapatkan edukasi mitigasi bencana melalui metode rekreatif. Tujuannya adalah agar anak-anak dapat memahami langkah-langkah pencegahan dan respons saat menghadapi bencana.
“Tim PSS PMI berusaha memulihkan kondisi psikis anak-anak, sehingga pascabencana kondisi mereka tetap terjaga dengan baik,” ujar Elvana Kusdijanto, Kabid Pelayanan Markas PMI Jember. Ia menjelaskan bahwa metode yang digunakan mencakup permainan dan bercerita, yang dirancang agar anak-anak tidak lagi merasa takut atau cemas terhadap bencana.
Edukasi Mitigasi Bencana untuk Anak-Anak
Edukasi mitigasi bencana diberikan dalam bentuk aktivitas yang ringan dan menyenangkan. Dengan pendekatan ini, anak-anak diajak untuk belajar cara menghadapi bencana secara efektif tanpa merasa terbebani. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental.
“Kami hadir di sini untuk memberikan edukasi pada anak sehingga tidak hanya sehat fisik tetapi juga tangguh secara mental,” tambah Elvana. Dengan pemahaman yang cukup, anak-anak akan lebih siap menghadapi situasi darurat jika terjadi kembali.
Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Dewasa
Selain fokus pada anak-anak, PMI juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga dewasa yang tinggal di daerah terdampak banjir. Layanan ini dilakukan oleh tenaga dokter dan relawan KSR (Korps Sukarela) yang memiliki latar belakang medis. Tujuan utamanya adalah mencegah penyakit-penyakit yang sering muncul setelah bencana seperti ISPA, diare, penyakit kulit, dan demam berdarah.
Layanan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya PMI untuk memastikan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, baik secara fisik maupun mental. Dengan adanya layanan ini, warga terdampak bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.
Kembali ke Sekolah Tanpa Trauma
Salah satu tujuan utama dari kegiatan PSS ini adalah membantu anak-anak kembali ke sekolah tanpa trauma akibat bencana. Elvana menekankan bahwa PMI berharap anak-anak di lokasi terdampak banjir bisa kembali bersekolah dan menimba ilmu pendidikan tanpa mengingat lagi kejadian bencana yang pernah melanda.
“Kami ingin anak-anak memiliki semangat baru untuk kembali ke sekolah dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Dengan dukungan psikologis dan edukasi yang tepat, anak-anak akan lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Bantuan dari Relawan dan Komunitas
Selain bantuan dari PMI, ada juga kontribusi dari komunitas lokal dan organisasi lainnya. Misalnya, Sambu Group memberikan bantuan senilai Rp500 juta untuk korban bencana di Sumatera. Sementara itu, PMI kabupaten Sumedang juga salurkan bantuan logistik bagi korban bencana di wilayah tersebut.
Bantuan-bantuan ini menunjukkan bahwa masyarakat dan organisasi swadaya sangat peduli terhadap kebutuhan korban bencana, khususnya anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan dukungan psikologis.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar