Perubahan Harga Sembako di Jawa Timur pada Tanggal 8 Januari 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Harga sembako di Jawa Timur terus mengalami perubahan setiap hari, mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada tanggal 8 Januari 2026, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sementara yang lainnya mengalami kenaikan. Hal ini menjadi penting bagi masyarakat dalam memperkirakan pengeluaran harian mereka dan menjaga stabilitas keuangan rumah tangga.
Daftar Harga Sembako Terbaru di Jawa Timur
Berdasarkan data dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo), berikut adalah daftar harga sembako terkini:
- Beras Premium: Rp 14.881/kg
- Beras Medium: Rp 12.863/kg
- Gula Kristal Putih: Rp 16.388/kg
- Minyak Goreng Curah: Rp 18.804/kg
- Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.506/liter
- Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 17.525/liter
- Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.923/liter
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp 119.502/kg
- Daging Ayam Ras: Rp 34.918/kg
- Daging Ayam Kampung: Rp 67.7/k56g
- Telur Ayam Ras: Rp 28.508/kg
- Telur Ayam Kampung: Rp 45.343/kg
- Susu Kental Manis Merek Bendera: Rp 12.671/370 gr
- Susu Kental Manis Merek Indomilk: Rp 12.601/370 gr
- Susu Bubuk Merek Bendera: Rp 42.205/400 gr
- Susu Bubuk Merek Indomilk: Rp 41.388/400 gr
- Garam Bata: Rp 1.783
- Garam Halus: Rp 9.092/kg
- Cabai Merah Keriting: Rp 29.493/kg
- Cabai Merah Besar: Rp 26.666/kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 38.783/kg
- Bawang Merah: Rp 35.810/kg
- Bawang Putih: Rp 32.332/kg
- Gas Elpiji: Rp 20.040
Fluktuasi Harga Sembako
Beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit merah yang turun sebesar 6,37% atau Rp 2.639, daging ayam kampung turun 2,00% atau Rp 1.380, dan cabai merah keriting turun 2,84% atau Rp 861. Di sisi lain, harga bawang merah naik 1,55% atau Rp 548, sedangkan susu bubuk merek Bendera dan Indomilk juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,37% dan 1,80%.
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako tidak terjadi secara acak. Beberapa faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga antara lain:
- Permintaan dan Penawaran: Jika permintaan meningkat sementara pasokan tetap, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
- Cuaca dan Musim: Cuaca ekstrem dapat mengganggu produksi pertanian, sehingga memengaruhi pasokan dan harga.
- Kebijakan Pemerintah: Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lainnya dapat memengaruhi harga sembako.
- Biaya Produksi dan Transportasi: Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi.
- Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang: Jika bahan pokok diimpor, nilai tukar mata uang dapat memengaruhi harga.
- Inflasi dan Stabilitas Ekonomi: Inflasi tinggi dan kondisi ekonomi yang tidak stabil sering kali menyebabkan kenaikan harga.
- Masalah Rantai Distribusi: Kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya dapat mengganggu distribusi dan menyebabkan kenaikan harga.
Pentingnya Pantauan Harga Sembako
Pemantauan harga sembako sangat penting untuk membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian mereka. Informasi ini juga membantu pemerintah dan lembaga terkait dalam menetapkan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Dengan adanya data harga yang akurat, masyarakat dapat lebih waspada terhadap perubahan harga dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi beban keuangan.***





Saat ini belum ada komentar