Pertumbuhan Ekspor Jawa Timur Mengungguli Kinerja Impor 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pertumbuhan ekspor Jawa Timur (Jatim) pada Januari–November 2025 menunjukkan angka yang sangat menggembirakan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, nilai ekspor mencapai USD27,63 miliar atau meningkat sebesar 15,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan kinerja positif dan stabil di tengah dinamika perekonomian global.
Kepala BPS Jatim, Zulkipli, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekspor tersebut didorong oleh sektor nonmigas, terutama komoditas industri pengolahan dan perhiasan. “Kinerja ekspor Jawa Timur sepanjang 2025 cukup solid, terutama didorong ekspor nonmigas yang terus tumbuh positif,” ujarnya.
Komoditas Perhiasan dan Permata Mendominasi Ekspor Nonmigas
Komoditas perhiasan dan permata menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas Jatim selama Januari–November 2025. Dalam periode tersebut, komoditas ini mencatat pangsa sebesar 23,33 persen dari total ekspor nonmigas. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan memiliki peran penting dalam memacu pertumbuhan ekspor Jatim.
Selain itu, negara tujuan utama ekspor Jatim adalah Swiss, Tiongkok, Amerika Serikat, dan kawasan ASEAN. Ekspor nonmigas ke Swiss mencapai USD4,22 miliar, hampir seluruhnya didominasi oleh komoditas perhiasan dan permata.
Penurunan Kinerja Impor Jatim
Di sisi lain, kinerja impor Jatim justru mengalami penurunan. Sepanjang Januari–November 2025, nilai impor tercatat sebesar USD26,68 miliar atau turun 3,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pada November 2025 saja, impor Jawa Timur mencapai USD2,43 miliar, turun 1,99 persen secara tahunan (y-on-y).
Impor nonmigas masih didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis, dengan Tiongkok menjadi negara asal utama impor Jatim. Penurunan impor ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah berhasil mengendalikan kebutuhan barang impor, sehingga mendorong keseimbangan neraca perdagangan.
Neraca Perdagangan Jatim Menunjukkan Surplus
Dengan capaian ekspor dan impor yang berbeda, neraca perdagangan Jatim secara kumulatif Januari–November 2025 mencatat surplus sebesar USD0,96 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mengalami defisit.
Menurut Zulkipli, surplus neraca perdagangan ini mencerminkan daya saing ekspor Jatim yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. “Penguatan ekspor dan terkendalinya impor menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jawa Timur ke depan,” pungkasnya.
Faktor Pendukung Kinerja Ekspor Jatim
Beberapa faktor pendukung kinerja ekspor Jatim antara lain adalah keberhasilan sektor industri pengolahan dalam memproduksi barang yang diminati pasar internasional. Selain itu, adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui kebijakan yang mendukung ekspor dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) juga berperan besar.
Tidak hanya itu, kerjasama dengan negara-negara tujuan ekspor seperti Swiss dan Tiongkok memberikan peluang yang lebih besar bagi produk-produk lokal untuk masuk ke pasar internasional.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meskipun kinerja ekspor Jatim menunjukkan tren positif, tantangan tetap ada. Misalnya, fluktuasi harga bahan baku, ketidakstabilan politik di beberapa negara tujuan ekspor, dan perubahan regulasi perdagangan global bisa memengaruhi kinerja ekspor di masa depan.
Namun, peluang tetap terbuka lebar. Dengan fokus pada inovasi dan peningkatan kualitas produk, Jatim dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi dengan ekspor terbesar di Indonesia. Selain itu, penguatan infrastruktur logistik dan peningkatan akses pasar akan menjadi kunci sukses dalam menjaga pertumbuhan ekspor di masa depan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar