Percepat Pemulihan Bencana, Sinergi Bank Mandiri-Kemenhan membangun lima jembatan bailey di Sumatera
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRMKOTA.COM – Pembangunan infrastruktur jembatan menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersinergi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk membangun lima jembatan bertipe bailey di sejumlah daerah di Sumatera. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan dampak bencana, sekaligus memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.
Keunggulan Jembatan Bailey dalam Penanganan Bencana
Jembatan bailey dipilih karena memiliki karakteristik adaptif, mudah dipasang, serta dapat dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi sementara yang efektif sebelum pembangunan infrastruktur permanen direalisasikan pemerintah. Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menjelaskan bahwa instalasi jembatan tersebut relatif cepat, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana. Jembatan Bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Riduan dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (3/1).
Peran Jembatan dalam Menjaga Mobilitas dan Distribusi Bantuan
Selain itu, jembatan bailey juga berperan penting dalam menjaga mobilitas warga, distribusi bantuan logistik, serta akses terhadap layanan publik. Kolaborasi lintas sektor antara Bank Mandiri dan Kementerian Pertahanan mencerminkan respons terpadu dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap jembatan yang dibangun dapat menjadi sarana penghubung vital bagi masyarakat sehingga proses pemulihan sosial dan ekonomi dapat berlangsung lebih optimal,” ujarnya.
Bantuan Kemanusiaan dari Bank Mandiri
Selain pembangunan jembatan, Bank Mandiri juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan. Sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, perseroan telah menyalurkan dan menyiapkan lebih dari 288.889 paket bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, obat-obatan, kebutuhan wanita dan balita, selimut, genset, air bersih, kasur lipat, pakaian layak pakai, serta berbagai kebutuhan darurat lainnya sebagai bagian dari respons kemanusiaan berkelanjutan.
Pada awal tahun 2026, Bank Mandiri juga terlibat aktif mendukung pembangunan 600 unit Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai upaya pemulihan pascabencana. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri kembali mengerahkan Relawan Mandiri Tanggap Bencana tahap kedua untuk melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat terdampak, menggantikan relawan tahap awal di Kabupaten Gayo Luwes.
Konsistensi dalam Komitmen Pemulihan Bencana
Sebanyak 20 relawan yang berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club, ditugaskan untuk membantu distribusi logistik, operasional posko tanggap bencana, layanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan pemulihan psikososial atau trauma healing bagi warga terdampak. Konsistensi tersebut menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir, bergerak cepat, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat di daerah bencana.
Upaya Bersama dalam Membangun Infrastruktur Berkelanjutan
Kolaborasi antara Bank Mandiri dan Kementerian Pertahanan tidak hanya terbatas pada pembangunan jembatan, tetapi juga mencakup berbagai inisiatif lain dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dan swasta dalam menjawab tantangan pasca-bencana harus dilakukan secara bersama-sama agar hasilnya lebih maksimal.
Dengan adanya sinergi seperti ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang cepat dan efektif juga akan menjadi contoh nyata tentang pentingnya kerja sama antar lembaga dalam menghadapi situasi darurat.***





Saat ini belum ada komentar