Peran Kartu Merah dalam Kemenangan PSIM Yogyakarta atas Madura United
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Ming, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Kemenangan PSIM Yogyakarta atas Madura United dengan skor 3-0 dalam pertandingan pekan terakhir paruh musim BRI Super League 2025/2026 menjadi salah satu momen penting dalam kompetisi ini. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa dua kartu merah yang diterima pemain Madura United memengaruhi jalannya pertandingan dan memberikan keuntungan bagi timnya.
Pengaruh Kartu Merah pada Jalannya Pertandingan
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Jawa Timur, berjalan cukup ketat. Dalam babak pertama, Nurdiansyah melakukan pelanggaran keras kepada Pulga Vidal yang berujung pada kartu merah. Keunggulan jumlah pemain membuat PSIM tampil lebih percaya diri di babak kedua.
“Kartu merah sangat memengaruhi jalannya pertandingan, dan saya rasa kami mendapatkan keuntungan dari dua kartu merah Madura tadi,” ujar Van Gastel. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kuantitas pemain bisa menjadi penentu hasil pertandingan, terutama jika lawan memiliki keunggulan teknis atau strategis.
Gol-gol yang Mengubah Kekuatan Tim
Setelah unggul jumlah pemain, PSIM langsung memperlihatkan dominasi mereka. Dalam waktu tujuh menit, mereka mencetak tiga gol melalui Fahreza Sudin (56′, 63′) dan Franco Ramos Mingo (58′). Meski kemudian Ramos Mingo juga mendapat kartu merah, PSIM tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Madura United gagal membalas karena kiper mereka, Miswar Saputra, juga diusir wasit pada menit ke-90+2. Ini membuat tim asal Madura harus bermain dengan sembilan pemain sejak menit akhir, sehingga kesempatan untuk mencetak gol menjadi sangat kecil.
Tanggapan dari Pemain dan Pelatih
Fahreza Sudin, pencetak dua gol dalam pertandingan ini, mengakui bahwa kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain. “Dari sisi pemain, kami bekerja keras. Alhamdulillah kami bisa mengambil tiga poin dari kesalahan Madura karena kartu merah,” katanya. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pelatih.
Van Gastel sendiri mengatakan bahwa kemenangan ini menjadi momentum penting bagi PSIM. “Ini membuktikan bahwa kami mampu mengambil keuntungan dari situasi sulit dan menjaga fokus hingga akhir pertandingan,” tambahnya.
Rekor dan Persaingan di Klasemen
Kemenangan ini membawa PSIM Yogyakarta ke posisi keenam dengan 30 poin, menggeser Persebaya Surabaya yang sebelumnya berada di posisi tersebut. Kedua tim akan kembali bertemu dalam laga lanjutan di Minggu (25/1) pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung Bantul.
Prediksi dan Persiapan untuk Laga Berikutnya
Meski kemenangan ini memberikan kepercayaan diri, Van Gastel mengingatkan bahwa persiapan untuk laga berikutnya harus dilakukan secara matang. “Kami harus tetap waspada, karena setiap pertandingan pasti penuh tantangan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa permainan kolektif akan menjadi kunci utama dalam menghadapi lawan-lawan berat.
Pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan Madura United menjadi contoh bagaimana faktor-faktor eksternal seperti kartu merah bisa memengaruhi hasil pertandingan. Dengan kemenangan ini, PSIM menunjukkan bahwa mereka mampu memanfaatkan situasi sulit untuk meraih poin penting dalam kompetisi.***





Saat ini belum ada komentar