Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana di Kabupaten Jember, BPBD Percepat Pembentukan Destana
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Jember sedang mempercepat upaya untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pembentukan organisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) di seluruh desa dan kelurahan. Targetnya, pada akhir 2026, semua wilayah di Jember akan memiliki Destana yang siap bekerja sama dengan pihak terkait dalam penanggulangan bencana.
Progres Pembentukan Destana
Saat ini, dari total 248 desa dan kelurahan di Jember, hanya sekitar 50 persen yang telah memiliki organisasi Destana. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa sebanyak 124 desa dan kelurahan sudah aktif dalam membentuk Destana. Sisanya, yaitu 124 desa lainnya, ditargetkan bisa segera dibentuk dalam waktu dekat.
“Destana kita dari 248 desa kelurahan, sekarang baru 50 persen, 124 yang sudah memiliki organisasi Destana. Sedangkan yang 124 saya targetkan tahun ini semoga bisa semuanya punya, minimal punya dulu,” ujarnya.
Pelatihan dan Peralatan untuk Destana
Setelah organisasi Destana terbentuk, BPBD Jember akan memberikan pelatihan kepada para anggota, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam respons cepat saat terjadi bencana. Selain itu, peralatan pendukung juga akan disediakan agar Destana dapat bekerja secara efektif.
Edy menekankan pentingnya peran Destana dalam mitigasi bencana. Ia menyatakan bahwa organisasi ini tidak hanya menjadi relawan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem respons darurat yang lebih luas.
“Ke depan di samping relawan juga kami optimalkan fungsi dari Destana. 248 desa harus punya semua sehingga mereka cepat sekali untuk mengantisipasi sekaligus memberikan penyelamatan awal bagi warga yang terdampak bencana,” katanya.
Peran Relawan dalam Penanggulangan Bencana
Selain Destana, BPBD Jember juga melibatkan banyak relawan dalam kegiatan penanggulangan bencana. Menurut Edy, saat ini terdapat sekitar 70 organisasi relawan yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten. Dari jumlah tersebut, pihaknya akan mengumpulkan dan membangkitkan kembali semangat kemanusiaan para relawan.
“Dari 70 organisasi relawan itu, minggu ini akan kami kumpulkan, kami undang, kita ajak duduk bersama untuk kemudian mari saya ingin membangkitkan lagi jiwa kemanusiaannya untuk cepat. Ya, karena kuncinya adalah deteksi dini, lapor cepat, penanganan cepat,” jelasnya.
Deteksi Dini sebagai Kunci Utama
Deteksi dini terhadap ancaman bencana menjadi fokus utama dalam strategi BPBD Jember. Dengan adanya sistem informasi yang baik, pihaknya berharap dapat mengantisipasi bencana sejak dini dan mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian materi.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski progres pembentukan Destana cukup pesat, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Beberapa Destana belum optimal dalam menjalankan perannya, sehingga diperlukan pengawasan dan pelatihan tambahan. Namun, dengan komitmen BPBD dan partisipasi masyarakat, harapan besar diarahkan pada peningkatan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Edy menegaskan bahwa BPBD Jember tidak bekerja sendiri. “Kami melibatkan relawan-relawan. Setidaknya terdapat sekitar 70 organisasi relawan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jember,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan masyarakat Jember akan lebih siap menghadapi bencana, baik itu banjir, gempa, maupun kebakaran. Melalui kolaborasi antara pemerintah, Destana, dan relawan, penanggulangan bencana di Jember akan semakin efektif dan responsif.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar